Pasang Kondom dengan Benar, Cek 5 Kiatnya Agar Aman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondom diklaim sebagai alat kontrasepsi paling minim risiko kesehatan, sehingga menjadi favorit banyak wanita. Akan tetapi, pemilihan kondom yang kurang tepat bisa jadi tidak mampu mencegah kehamilan dan yang paling buruk, menghilangkan rasa nikmat saat berhubungan intim.

    Oleh karenanya, pastikan untuk memilihkan kondom yang tepat untuk suami tercinta karena keuntungannya jelas bagi Anda berdua. Berikut tip dari spesialis andrologi dr. Heru H Oentoeng, SpAnd. bisa dicermati baik - baik.

    1. Pilih kondom berbahan lateks
    Di pasaran terdapat dua jenis kondom, berbahan lateks dan sintetis. Keduanya sama baik, sama-sama memiliki keunggulan. Namun kondom berbahan lateks yang dirancang sebagai alat kontrasepsi dan mencegah penularan kuman akan menjadi pilihan yang tepat bagi yang ingin menunda kehamilan. Kelebihan lainnya, kondom lateks sangat elastis dan bisa pas sesuai bentuk penis sehingga sangat nyaman digunakan.

    Baca juga:
    Pilih Melajang, Nikmati 5 Keuntungannya
    Kapan Kualitas Sperma Bagus dan Siap Mental Jadi Ayah
    Mengapa Hipokalsemia Bisa Bikin Pingsan

    2. Cek tanggal kadaluwarsa kondom
    Kejadian kondom bocor atau sobek besar kemungkinan disebabkan tanggal kadaluwarsa kondom yang sudah lewat. Maka pastikan selalu mengecek tanggal kadaluwarsa pada kemasan dan periksa baik-baik sebelum digunakan. Walau tanggal kadaluwarsa belum lewat, bisa saja terjadi kondom mengering karena kemasannya rusak.

    3. Pasang kondom dengan benar
    Jangan tergesa - gesa, pastikan kondom dipasang dengan benar dan pas di penis. Kondom yang terpasang longgar atau tidak pas dengan ukuran penis berisiko menyebabkan tertinggalnya kondom di dalam liang senggama. Selain itu, pastikan tidak membuka kemasan kondom menggunakan gigi, memasangnya dengan jari berkuku tajam atau mengenakan cincin karena berisiko menyebabkan kondom sobek. Pasang kondom dengan membuka gulungan ke arah batang penis, sesuaikan hingga menutupi seluruh bagian penis. Jangan lupa sisakan sedikit bagian ujung kondom untuk ruang sperma ketika terjadi ejakulasi. Ketiadaan ruang tampung sperma bisa menyebabkan kebocoran sperma melalui atas batang penis.

    4. Gunakan pelumas
    Berikan rangsangan yang cukup kepada pasangan sebelum menggunakan kondom dan melakukan penetrasi. Gesekan yang terjadi ketika berhubungan intim dapat menyebabkan timbulnya tekanan berlebihan pada kondom. Jadi pastikan pasangan telah terlumasi dengan sempurna. Sebagai alternatif, gunakan gel pelumas yang bermutu baik dan memang khusus untuk digunakan saat berhubungan intim. Jangan pernah gunakan pelumas alternatif seperti minyak bayi atau losion tubuh yang dapat merusak kondom. Gunakan gel pelumas berbahan dasar air.

    5. Lepaskan kondom dengan benar dan buang pada tempatnya
    Selalu hati-hati saat melepaskan penis berkondom dari vagina pasangan. Masalah yang paling sering terjadi adalah tertinggalnya kondom di dalam liang senggama atau sperma yang bocor dan masuk ke dalam vagina. Tarik penis dengan memegang bagian pangkalnya beserta kondomnya, dan pastikan menariknya perlahan. Jangan lupa untuk membuang kondom secara bijak dan pada tempatnya.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga