Kriteria Memberikan Anak MPASI Menurut Dokter Reisa Broto Asmoro

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi anak makan (pixabay.com)

    ilustrasi anak makan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak umumnya mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) saat sudah berusia enam bulan. Sesuai dengan rekomendasi ahli kesehatan. Namun ada kriteria lain sebelum memberikan MPASI. 

    Baca juga: Ketahui Takaran Sayur dan Buah yang Tepat untuk MPASI

    Figur publik sekaligus dokter, Reisa Broto Asmoro mengatakan orangtua sebelumnya harus memastikan apakah anak mereka sudah siap menerima makanan di luar ASI atau belum. "Kita harus lihat grafiknya, apa sesuai perkembangannya dengan berat badannya. Ada usia 5,5 bulan harus diberi MPASI karena berat badannya kurang. Ada juga yang memang bisa mendapatkan MPASI saat usianya sudah enam bulan lebih," ujarnya dalam acara peluncuran produk terbaru pengolah makanan bayi asal Prancis, BEABA di Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

    Selain itu, perhatikan juga apakah anak sudah bisa menelan atau belum. Reisa tak
    menyarankan Anda memaksa anak makan makanan pendamping ASI jika dia belum bisa
    menelan karena berisiko membuatnya tersedak dan trauma. "Jangan dipaksa kalau dia belum bisa menelan, nanti tersedak, trauma sama makanan, nanti
    jadi enggak mau makan ke depannya," tutur dia.

    Orangtua juga harus memastikan anak mereka sudah duduk dengan tegak. Hal lain yang tak kalah penting adalah kesiapan orangtua menyediakan MPASI yang bergizi seimbang untuk anak mereka.

    Untuk tekstur, mulailah memberikan makanan dengan tekstur cenderung lembut, atau paling tidak mirip dengan ASI, dilanjutkan makanan bertekstur lebih kasar secara perlahan. "Ada yang butuh 3 hari, 2 minggu (untuk adaptasi tekstur), tergantung kondisi anak. Menjelang usia 9 bulan, biasanya sudah bisa tekstur kasar dan sudah bisa menerima jenis-jenis makanan," kata Reisa Broto Asmoro. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.