Selasa, 13 November 2018

Cara Ibu Mengatasi Mom Shaming Supaya Tidak Bikin Stres

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menggendong anak. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu menggendong anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak ibu muda yang mendapatkan komentar atau kritik dari orang lain mengenai caranya mendidik dan membesarkan anak. Mungkin bagi pihak yang memberikan komentar atau pertanyaan, terlihat biasa saja. Padahal, ketika seseorang mendapatkan perlakuan seperti itu atau disebut mom shaming dari orang lain bisa berdampak buruk.

    Baca juga: Alasan Orang Tua Wajib Menanamkan Kebiasaan Baik pada Anak

    Mulai dari dampak secara langsung yaitu merasa kesel, emosi, sedih, dan bête. Adapun efek tidak langsung, apalagi jika diberikan oleh orang terdekat akan memengaruhi harga diri dan kepercayaan diri ibu. “Kondisi ini tentu saja akan memengaruhi fungsi dia dalam mengurus dan berinteraksi dengan anaknya. Jika dia masih memberikan ASI, ketika stress bukan tidak mungkin akan membuat ASI nya menjadi berkurang," ujar Nadya Pramesrani, Psikolog keluarga dari Rumah Dandelion.
     
    Untuk itu, ketika mengalami hal tersebut, yang harus dilakukan adalah mengubah mindset atau pola pikir kita menjadi positif, dan jangan mengacuhkan ucapan orang lain. “Sebab, yang paling tahu mengenai tumbuh kembang dan kebutuhan anak adalah kita ibunya sehingga dia pasti tahu yang terbaik untuk anaknya,” lanjut Nadya.
     
    Hal senada disampaikan oleh Saskhya Aulia Psikolog Anak dari Tiga Generasi  yang mengatakan bahwa ketika yang melakukan tindakan mom shaming tersebut orang yang tidak dikenal, ibu bisa meninggalkannya dan tidak perlu merespon atau memberikan penjelasan lebih lanjut. “Begitu juga kalau terjadi di medsos, cukup matikan, uninstall, atau block orang-orang toxic lalu alihkan fokus pada hal lain yang menyenangkan misalnya bermain dengan anak dan keluarga,” ujarnya.
     
    Mom shaming menurutnya juga dapat dilakukan oleh orang tua sendiri atau mertua. Namun, hal tersebut sebetulnya berlandaskan rasa sayang dan perhatian walau dengan cara penyampaian yang tidak tepat. Untuk mengatasinya, arahkan perhatian ibu kita pada hal yang membantu tetapi harus disampaikan dengan cara yang tepat agar tidak terjadi perdebatan atau kesalahpahaman. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.