3 Hal yang Bikin Ibu Menjadi Bahagia

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menggendong anaknya.  shutterstock.com

    Ilustrasi ibu menggendong anaknya. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap ibu ingin menjadi bahagia. Hampir setiap ibu percaya, kebahagiaan bisa melancarkan pekerjaan sebagai seorang ibu. Dengan berbahagia, hubungan dengan anak dan pasangan pun otomatis lebih harmonis.

    Baca juga:
    Pengaruh Emosi Anak dan Kedekatan dengan Ibu
    Perubahan Otak Wanita Setelah Menjadi Ibu

    Psikolog anak dan keluarga Vera Itabiliana mengatakan, satu hal yang perlu digarisbawahi terkait hal ini adalah bahwa bahagia itu pilihan. Bahagia itu adalah ketika seorang ibu, memilih untuk bahagia. "Jadi bukan bahagia karena jalanan hari ini lancar, pagi tadi suami puji saya cantik, anak - anak dapat nilai sekian, bahagia bukan begitu," kata Vera Itabiliana, di Jakarta, Selasa 24 Juli 2018. 

    Menurut Vera akan sulit ketika kita menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain. "Enggak akan pernah tercapai. Akan sulit kalau kita patokannya, misal, saya bahagia kalau tiap bulan jalan - jalan ke Bali. Maka itu akan sulit tercapai targetnya dan nanti (berarti) tidak akan bahagia - bahagia kalau targetnya itu tidak tercapai," ujarnya.

    Jadi inti dari menjadi bahagia adalah menerima apa yang kita miliki sekarang. Ada unsur bersyukur atas apa yang kita punya saat ini. "Inilah dasar dari kebahagiaan itu," tegas Vera. Meski begitu, untuk praktiknya, Vera Itabiliana membagikan 3 langkah praktis agar ibu menjadi bahagia.

    Vera Itabiliana (Dok. PR)
    Vera Itabiliana (Dok. PR)

    1. Ibu harus memikirkan dirinya sendiri
    Kebanyakan ibu selalu memikirkan orang lain. Vera memberi contoh, misalnya ada keluarga makan di restoran. Semua anggota keluarga sibuk memesan apa yang disukai, kecuali biasanya ibu. Makan makanan sisa anak saja, jadi tempat sampah, begitu kira - kira alasannya.

    "Nah kalau mau mulai memperhatikan diri sendiri, ibu harus taking care herself, mengurusi diri sendiri, oh saya juga mau dong makanan ini itu. Mulailah dari hal - hal yang kecil seperti ini," beri contoh Vera. "Kalau tidak habis? Kan bisa dibungkus. Jangan terlalu dipikirkan, jangan melulu mengurusi orang lain," saran Vera.

    (Depositphotos)
    (Depositphotos) 

    2. Turunkan standar terhadap diri sendiri
    Ibu - ibu zaman now kadang standarnya terlalu tinggi. Vera melihat tren ini, bahwa banyak ibu yang merasa harus mengerjakan dan mengurus semuanya sendiri. Tidak pakai ART, tidak pakai baby sitter, dan lalu merasa bangga.

    "Mengerjakan semua sendiri, posting di Instagram, tapi di belakang itu, rontok semua," kata Vera. "Jangan begitu. Jangan memaksakan melakukan semuanya sendiri. Kalau butuh bantuan, bilang butuh bantuan. Jangan gengsi. Karena tadi, ini kan visinya menjadi ibu yang bahagia. Kalau anak - anak melihat ibunya tidak bahagia, enggak oke kan?"

    Artikel lain: Pendongeng Terbaik Buat Anak, Ibu 

    (Depositphotos)
    (Depositphotos)

    3. Turunkan standar terhadap orang lain
    Sama halnya dengan standar kita terhadap orang lain, juga harus sama diturunkan. Vera memberi contoh, ada ibu yang berharap suaminya bisa bangun pagi bersamaan dengan dirinya, tapi kenyataannya tidak bisa. Maka turunkan standar bangun pagi suami, misal, sama dengan anak - anak saja.

    "Andai tetap menginginkannya, pastikan disepakati sebelum tidur dengan pasangan. Komunikasikan dengan baik, jangan sampai malah jadi ada drama pagi hari," pungkas Vera. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.