Rabu, 12 Desember 2018

Ajarkan Anak Menabung dengan 6 Kiat Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menabung. Thefiscaltimes.com

    Ilustrasi menabung. Thefiscaltimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin Anda sedang melalui masa anak kerap meminta sesuatu yang tak sengaja mereka lihat saat berada di toko. Mungkin tak ada salahnya juga bila Anda mengajarkan anak soal membeli barang tak penting dan penting.

    Dan tak ada salahnya juga bila anak diajarkan menabung sejak dini. Berikut enam tips mengajarkan anak bijaksana dalam menggunakan uang.

    Baca juga:
    4 Manfaat Orang Tua Memeluk Anak
    Belajar dari Anak

    1. Ajarkan menabung untuk mendapatkan sesuatu
    Dibandingkan memikirkan uang yang Anda miliki atau tidak saat ini, akan lebih baik jika Anda mengajarkan anak menabung. Caranya bisa mengenalkan sistem amplop kepada anak. Anda bisa menstimulasi anak dengan memberi riasan pada amplop-amplop tersebut.

    Ketika anak sudah merasa nyaman menyimpan uang dalam amplop, Anda bisa mulai mengarahkan anak menyusun setiap amplop beraneka macam untuk keperluan berbeda. Misalnya, mana yang digunakan untuk menabung, mana untuk belanja hadiah. Ini bisa membantu menyadarkan anak nilai uang dan mereka belajar menggunakannya dengan bijaksana.

    Anda juga bisa menggunakan matematika dasar menghitung uang. Ini penting juga untuk membantu anak nyaman dengan angka.

    2. Ajarkan cara memperoleh uang
    Dibandingkan hanya belajar memegang uang, ajarkan juga kepada mereka memperoleh dan menggunakan uang. Tentu saja metode ini tidak dilakukan dengan membuat posisi Anda sebagai orang tua atau bank pribadi untuk mereka. Dengan demikian mereka akan lebih menghargai uang.

    Caranya, Anda bisa memiliki beberapa pekerjaan rumah, bisa menyuruh mereka membantu pekerjaan itu, dan sebagai imbalan mereka akan mendapatkan uang. Pastikan Anda juga konsisten dalam pemberian upah ini sehingga anak bisa mengenal bagaimana uang bekerja dan bagaimana anggaran dibuat. Tanyakan juga kepada mereka pemanfaatan uang tersebut.

    Ilustrasi buku tabungan. Shutterstock

    3. Menghabiskan uang dengan cerdas
    Tunjukkan kepada anak menggunakan uang bertujuan meningkatkan kualitas hidup. Caranya, Anda bisa mengajarkan anak berbelanja ke pasar. Di sana Anda bisa mengenalkan anak perbedaan beberapa produk makanan, mana yang ideal dan sesuai dengan anggaran dan sesuai kebutuhan gizi keluarga.

    4. Membedakan keinginan dan kebutuhan
    Ini adalah pelajaran terpenting untuk anak, yakni memahami perbedaan kebutuhan dengan keinginan sehingga mereka perlu menyusun keputusan mana yang sesuai jumlah uang. Caranya, ketika anak bertanya apa yang akan dibeli, selanjutnya saat berbelanja tanyakan mana yang mereka butuhkan dan yang mereka inginkan. Ini adalah hal yang mudah dilakukan tanpa membuat mereka merasa tertekan.

    5. Ajarkan cara berbagi
    Salah satu kebijaksanaan dalam memiliki uang adalah belajar membagikannya kepada orang lain. Anda perlu mengajarkan bahwa memberikan sumbangan uang bisa memberikan perubahan besar pada dunia.

    Caranya, buatlah tabungan atau celengan di rumah yang fungsinya untuk donasi kepada orang yang membutuhkan. Ide lain misalnya dengan menabungkan uang untuk memberi hadiah kepada seseorang. Tanyakan juga kepada anak apakah mereka ingin menjadi relawan atau membuat hadiah dibandingkan menghabiskan uang.

    Artikel lain:
    Anak Alami Kekerasan, Ini Tandanya  
    Alasan Orang Tua Wajib Menanamkan Kebiasaan Baik pada Anak

    6. Membeli sesuatu dengan tanggung jawab
    Ajarkanlah anak bila meminjam uang harus bertindak penuh tanggung jawab. Caranya, Anda bisa menawarkan kepada anak pinjaman untuk membeli sepeda atau komputer jika mereka ingin belajar membeli setengah dari harga dengan tabungannya.

    Duduklah bersama mereka dan lakukan sedikit kajian tentang pembelian itu, apalagi jika ada diskon, sehingga anak bisa memahami pinjaman, bunga, dan peluang dana. Jika merasa nyaman dengan metode itu, Anda juga bisa terbuka kepada anak tentang kondisi keuangan selama proses peminjaman.

    Mengajarkan anak peduli pada uang memang cukup sulit. Namun dengan tujuan yang tepat, maka anak pada usia sedini mungkin bisa mengelola keuangan mereka dan menjadi lebih baik ketika dewasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.