Belajar dari Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Berenang. mojesanje.si

    Ilustrasi Berenang. mojesanje.si

    TEMPO.CO, Jakarta - Belajar bisa dari siapa saja. Termasuk dari anak kecil. Anak usia di bawah lima tahun alias balita bisa menjadi obyek pembelajaran bagi orang dewasa.

    Setiap anak memang unik. Namun secara lahiriah, keunikan balita dapat bermanfaat bila ditiru orang dewasa. Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa ditiru orang dewasa.

    #Kegiatan fisik
    Balita sangat energik dan seakan tidak punya rasa lelah ketika berlarian dan bermain bersama teman-temannya. Kegiatan tersebut merupakan hal yang alamiah bagi balita, berbeda dengan orang dewasa yang menganggap kegiatan fisik adalah suatu keperluan atau keharusan. Padahal Anda bisa memilih jenis kegiatan fisik apa pun yang disukai sehingga Anda akan lebih menikmati kegiatan tersebut. Misalnya, bersepeda, sepak bola, dan berenang.

    #Luapan emosi
    Orang tua dapat meluapkan emosinya. Hal yang sama juga dilakukan anak. Bukan berarti meluapkan emosi dengan membanting benda di sekitar atau menendang meja. “Tidak ada yang tidak pantas atau bahkan berbahaya ketika kesal, Anda mengekspresikannya dengan cara yang tidak membahayakan Anda dan orang di sekitar,” kata Tina Gilbertson, psikoterapis asal Denver.

    Menurutnya, berbincang dengan orang yang dipercaya, seperti anggota keluarga atau teman, menulis buku harian, atau berbincang dengan orang yang membuat Anda kesal merupakan cara-cara meluapkan kekesalan ataupun kesedihan Anda.

    #Suka telanjang
    Jangan berpikir macam-macam dulu. Sebab, artinya, Anda harus memperhatikan kesehatan badan Anda karena kesehatan akan mempengaruhi anak Anda. Karena itu, makanlah makanan yang sehat dan berolah raga secara teratur.

    #Mengatakan tidak
    Apakah balita Anda suka sekali merespons ‘tidak’ setiap ditanyai sesuatu. Meski sisi negatifnya akan membuat Anda stres, hal itu Anda bisa terapkan dalam kegiatan yang memang Anda tidak ingin lakukan atau Anda memang tidak punya waktu untuk melakukannya sehingga Anda lebih memiliki banyak waktu untuk menikmati suasana di rumah.

    #Tidur siang
    Balita Anda mungkin akan mulai mengantuk seusai jam makan siang dan akhirnya tertidur hingga paling tidak 1-2 jam. Lakukanlah hal yang sama. Tidur siang sekitar 20-30 menit akan membantu Anda memperbaiki mood dan kinerja dalam setiap aktivitas.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Orang Tua Sering Panggil Pembantu, Apa Jadinya Karakter Anak
    Cara Novita Tandry Mengajarkan Anak Bertanggung Jawab
    Tanamkan Konsep Kasih Sayang Sebelum Anak Kenal Pacaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.