Rabu, 21 November 2018

4 Manfaat Orang Tua Memeluk Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menggendong anaknya.  shutterstock.com

    Ilustrasi ibu menggendong anaknya. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin  Anda tipe orang tua yang sering memeluk anak. Jangan hentikan kebiasaan itu. Memeluk anak ternyata bukan sekadar bentuk kasih sayang orang tua terhadap anak.

    Di samping membuat anak nyaman dan memperkuat ikatan batin dengan orang tua, pelukan menyimpan manfaat besar bagi tumbuh kembang anak.

    Artikel lain:
    Musik Tingkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak
    Tanpa Sadar Orang Tua Melakukan 4 Kebiasaan Buruk pada Anak
    Anak Susah Makan Rentan Stress Jika Terus Dipaksa
    Belajar dari Anak

    #Mencerdaskan anak
    Menurut Dr. Nathalie Maitre, MD, PhD, dokter spesialis neonatologi Rumah Sakit Anak Nasional di Ohio, Amerika Serikat, semakin sering orang tua memeluk bayi, semakin pesat pertumbuhan otak mereka. Penelitian yang dilakukan 2017 ini meneliti 125 bayi yang lahir normal dan prematur serta melihat respons mereka terhadap sentuhan fisik. Hasilnya, bayi yang lahir di usia normal lebih merespons sentuhan fisik daripada yang prematur.

    Akan tetapi, terungkap pula bayi yang mendapatkan lebih banyak sentuhan fisik dari orang tua maupun staf rumah sakit menunjukkan respons otak yang lebih kuat. Berarti otak mereka bekerja dengan baik meski mereka terlahir prematur. Pertumbuhan otak bayi yang pesat menandakan bayi akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.

    Ketika bayi menerima sentuhan tambahan minimal 20 menit setiap hari selama 10 minggu, mereka akan menunjukkan nilai yang lebih tinggi dalam penilaian tumbuh kembang. Anak-anak yang mendapatkan sentuhan fisik juga dikatakan mempunyai kemampuan kognitif yang baik.

    #Memperkuat sistem kekebalan tubuh
    Penelitian di Universitas Carneige Mellon, Pittsburgh, Pennsylvania, AS, pada 2015 mengemukakan sistem kekebalan tubuh anak yang mendapatkan dukungan sosial berupa sentuhan lebih baik. Anak tidak mudah terserang virus influenza.

    “Pelukan melindungi orang yang sedang stres dari meningkatnya risiko penyakit seperti demam dan flu, yang biasanya berkaitan dengan stres,” kata Sheldon Cohen, profesor psikologi yang memimpin penelitian ini.

    #Mempercepat pertumbuhan fisik
    Pelukan memicu pelepasan hormon oksitosin atau yang juga dikenal sebagai hormon cinta. Perasaan nyaman dan bahagia yang disebabkan hormon ini juga berperan penting bagi tubuh, salah satunya sebagai stimulan pertumbuhan tubuh anak.

    Ketika oksitosin diproduksi, produksi hormon yang mendukung pertumbuhan, misalnya faktor pertumbuhan seperti insulin-1, yang membantu perkembangan tulang dan jaringan lain serta faktor pertumbuhan saraf, ikut meningkat. Jadi, sering-sering memeluk anak akan membantu proses pertumbuhan fisik anak.

    Ilustrasi ibu memeluk anak yang menangis. shutterstock.com

    #Meredakan tantrum
    Regulasi emosi pada manusia bekerja seperti halnya pedal gas dan rem pada mobil. Di mobil, pedal gas dan rem bekerja secara terpisah demi mengendalikan kestabilan kecepatan kendaraan.

    Dalam sistem saraf manusia, cabang saraf untuk meluapkan emosi dan cabang saraf untuk menenangkan merupakan dua sistem yang bekerja terpisah untuk mengendalikan emosi. Ketika anak menangis, cabang saraf emosional bekerja lebih aktif daripada saraf menenangkan. Hormon oksitosin yang dilepas saat anak dipeluk akan mengimbangi emosi anak.

    “Oksitosin juga membantu meredakan depresi dan kecemasan serta memberi efek baik pada anak-anak yang mengalami gangguan perhatian dan autisme,” kata Tiffany Field, Direktur Institusi Penelitian Sentuhan di Sekolah Kedokteran Universitas Miami, AS. 

    Memeluk anak yang sedang mengamuk dikhawatirkan banyak orang tua akan diartikan anak perilaku buruk bisa diberi imbalan berupa perhatian.

    Sebenarnya tidak. Perlu dipahami ketika anak sedang mengalami tantrum, mereka tidak bermaksud untuk keras kepala, hanya saja mereka sedang kehilangan kendali emosi.

    Mereka tidak bisa mengelola emosi sehingga meluapkannya dengan tantrum. Itu sebabnya orang tua perlu membantu meredakan emosi mereka dengan memberi pelukan.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.