Tanpa Sadar Orang Tua Melakukan 4 Kebiasaan Buruk pada Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua mendongeng. emotionaldevelopment.org

    Ilustrasi orang tua mendongeng. emotionaldevelopment.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Tugas orang tua dalam merawat dan mendidik anak tidaklah mudah. Bukan hanya pola asuh orang tua yang mempengaruhi anak, tapi lingkungan di sekitarnya seperti, teman dan guru. Tanpa disadari perlakuan orang tua terhadap anak yang kurang patut turut dapat berdampak buruk pada anak.

    Penerapan pola asuh yang baik dapat menghindari dampak buruk pada anak di masa depan. Berikut adalah 4 hal yang bisa berpengaruh buruk pada masa depan anak menurut psikolog Lourdes Carandang:

    1. Membanding-bandingkan anak
    Mungkin orang tua merasa adil dalam membagi perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak. Tapi saat ada satu anak yang punya prestasi lebih lalu orang tua memujinya sementara yang lain tidak, dan itu bisa berpengaruh buruk.

    Misalnya orang tua memperkenalkan mereka kepada orang lain seperti, "Kenalkan, ini putri saya yang pintar, Sarah. Dan ini putra bungsu saya, Max."

    "Itu sama saja dengan menjatuhkan anak. Terkadang ada orang tua yang tidak menyadari hal ini," kata Carandang seperti dilansir Independent.

    2. Memberi label
    Nama panggilan yang merujuk pada fisik atau kebiasaan buruk mungkin terkesan biasa saja, tapi sebenarnya bisa menorehkan luka seumur hidup pada anak bila terlalu sering diucapkan.

    Tentu saja orang tua tidak bisa terlalu melindungi anak, tapi memanggil anak dengan sebutan tidak enak bisa merusak kepercayaan diri anak. Sebutan seperti itu bisa membuat anak kesal dan percaya bahwa mereka benar-benar malas atau bodoh.

    3. Menjadi contoh penindas
    Anak meniru perkataan dan perilaku orang tua. Jadi, bila mereka melihat ayahnya berkata kasar pada ibu, mereka akan berpikir bahwa lazim bila pria menindas wanita, dan wanita memang menerima hal itu.

    4. Pilih kasih
    Ada orang tua yang mempunyai anak kesayangan. Bila si anak melakukan hal yang salah, tak akan ada hukuman yang diberikan kepadanya. Sebaliknya, bila anak lain melakukan hal yang sama, orang tua tak segan menghukumnya.

    Carandang menekankan pada oran tua yang menghadapi pertengkaran anak-anak, penting untuk mendengarkan secara objektif dari kedua pihak agar bisa berlaku adil. Meski anak yang lebih tua harusnya lebih paham atas tanggung jawab, penting untuk tidak menelantarkan kebutuhan emosional mereka.

    ANTARA

    Berita lainnya:
    Sekolah Siang Bikin Belajar Anak Lebih Optimal 
    Berita Hari Ini: Jurus Bikin Anak Semangat Salat dan Puasa
    Cara Unik Gwyneth Paltrow Mengasuh Anak, Tanpa Sampo dan Sabun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.