Anak Alami Kekerasan, Ini Tandanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dailymail.co.uk

    dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita tentang kekerasan terhadap anak kerap ditulis oleh media massa. Kekerasan dapat menyebabkan anak mengalami trauma dan dapat mempengaruhi aspek kehidupan anak di masa yang akan datang.

    Untuk itu, sebaiknya para orang tua lebih peka dan belajar mengenal tanda-tanda apabila anak mengalami kekerasan. Menurut psikolog klinis anak, Fathya Artha Utami, orang tua dapat mengobservasi beberapa tanda awal berikut bila anak mengalami kekerasan.

    - Adanya perubahan emosi dan perilaku pada anak, misalnya anak menjadi lebih cengeng, lebih mudah marah, menjadi lebih pendiam, atau lebih mencari-cari perhatian.
    - Adanya luka atau lebam pada anak, atau tanda-tanda fisik lainnya yang tidak lazim.
    - Anak menghindari suatu hal atau tempat, misalnya menjadi takut ke toilet, tidak mau bersekolah, atau tidak mau bertemu guru.
    - Anak mengalami mimpi buruk secara berulang.
    - Mengalami kemunduran kemampuan, misalnya anak yang sudah tidak mengompol menjadi sering mengompol lagi, atau anak yang sudah lancar bicara menjadi sulit mengutarakan sesuatu.
    - Bertanya atau membicarakan suatu topik yang tidak sesuai usianya secara terus-menerus, misalnya mengenai hal-hal yang berbau seksualitas atau kekerasan.

    Apabila orang tua menemukan tanda-tanda tersebut, Fathya menyarankan para orang tua untuk mengajak bicara anak dan bertanya kepada orang lain atau kepada ahli.

    "Jika orang tua melihat tanda-tanda tersebut, sebaiknya orang tua mengajak anak bercerita tentang apa yang ia rasakan dan alami akhir-akhir ini. Orang tua bisa mengajak anak bercerita melalui media buku cerita atau boneka agar anak tidak merasa terancam ketika ditanya. Selain itu, orang tua bisa bertanya tentang kondisi anak kepada orang dewasa lain di sekitar anak dan berkonsultasi dengan ahli seperti psikolog anak," tulisnya dalam surat elektronik pada Selasa, 26 Juli 2016.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Lakukan Ini Bila Anak Jadi Korban Bully
    Langkah Menghindarkan Anak dari Babysitter Jahat
    Penyebab Gangguan Bipolar pada Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?