Selasa, 23 Oktober 2018

Resep Putu Mayang, Jajanan Pasar yang Selalu Bikin Rindu

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Resep Putu Mayang

    Resep Putu Mayang

    TEMPO.CO, Jakarta - Kue jajanan pasar memiliki rasa dan bentuk yang khas dan membuatnya selalu digemari. Salah satu kue jajanan pasar dengan barisan penggemar tersendiri yaitu putu mayang. 

    Bentuknya yang khas, yakni seperti mi dalam berbagai warna lembut dan disajikan dalam bentuk gumpalan, membuat putu mayang sedap dilihat. Ditambah guyuran kuah berupa sirup gula merah, membuat kue ini digemari orang tua dan anak-anak. Coba resep berikut.

    Resep lain:
    Resep Wafel dengan Stroberi yang Asyik buat Akhir Pekan
    Satu Lagi Resep Wafel Lezat dengan Keju dan Talas
    Resep Hari Ini, Wafel Ayam Meksiko yang Gurih
    Kumpul Keluarga Seru dengan Resep Waffle Ice Cream Sandwich

    Bahan:

    • 150 gram tepung beras
    • 1 sdm gula pasir
    • 1/2 sdt garam
    • 300 mililiter santan
    • 50 gram tepung sagu
    • Pewarna makanan warna hijau secukupnya

    Saus:

    • 500 ml santan 
    • 1/4 sdt garam
    • 5 lembar daun pandan, potong

    Sirup gula merah: 

    • 125 gram gula merah, sisir
    • 50 ml air
    • 1 lembar daun pandan

    Cara membuat:

    1. Campur tepung beras, gula pasir, garam dan santan, aduk rata. Masak hingga menjadi adonan. Tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil aduk rata. Bagi adonan menjadi beberapa bagian, beri pewarna, uleni hingga rata. 
    2. Masukkan ke dalam cetakan, tekan dan bentuk bulat. Kukus selama 15 menit, angkat dan sisihkan.
    3. Saus: Rebus semua bahan saus dengan api kecil sampai mendidih, sisihkan.
    4. Sirup: Rebus bahan sirup hingga mengental, angkat dan sisihkan.
    5. Sajikan putu mayang dengan saus dan sirup gula merah dalam mangkuk saji. 

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.