Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pentingnya Ibu Rumah Tangga Mengatur Waktu, Supaya Tidak Stres

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

image-gnews
Ilustrasi ibu di dalam rumah yang berantakan. ph.theasianparent.com
Ilustrasi ibu di dalam rumah yang berantakan. ph.theasianparent.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ibu rumah tangga sering dianggap memiliki tingkat stress yang tinggi. Padahal anggapan itu tidak sepenuhnya benar, karena tidak semua ibu rumah tangga mengalami hal itu.

Baca juga:
Ibu Rumah Tangga Juga Rentan Stres, Redakan dengan 5 Cara Ini

Ibu Rumah Tangga Juga Perlu Melindungi Aset Simak Caranya

Riset: Waktu Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga Bersama Anak Sama

Menurut psikolog Intan Erlita, stres dapat dialami siapa saja termasuk seorang ibu ibu bekerja. Namun ia menggarisbawahi tidak bijak jika membandingkan ibu bekerja dengan ibu rumah tangga dalam hal mengurus rumah tangga dan mengasuh anak, karena setiap orang punya cara berbeda untuk menjalankan kehidupan mereka.

Ibu rumah tangga terkesan memiliki tingkat stres yang tinggi karena mengurus rumah dan keluarga selama 24 jam penuh. Ketika berada di rumah, orang cenderung melakukan rutinitas, berbeda dengan ketika berada di luar rumah, mereka bisa melihat banyak hal baru.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Jadi seolah tingkat stresnya tinggi,” kata Intan yang banyak menangani masalah anak dan keluarga, dalam sebuah diskusi di Jakarta. Padahal jika mampu membagi waktu, ibu akan terhindari dari stres karena dia bisa menemukan waktu untuk beristirahat di sela-sela kegiatan, mengurus anak dan membersihkan rumah misalnya.

Artikel lain: Penyebab Ibu Rumah Tangga Sering Merasa Kesepian dan Depresi

Para ibu yang terbiasa melakukan banyak tugas ini, sering disebut supermom. Namun ia harus memahami keterbatasan dirinya, bahwa tidak semua hal dapat dilakukan. Jika sering marah bahkan untuk hal yang sepele, tandanya ibu sedang stress dan perlu beristirahat. “Butuh me time, ke salon misalnya,” kata Intan Erlita.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BPJS Ketenagakerjaan Sambut Hari Keluarga Nasional dengan Kids Go to Office

1 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan selenggarakan kegiatan
BPJS Ketenagakerjaan Sambut Hari Keluarga Nasional dengan Kids Go to Office

Sambut momentum Hari Keluarga Nasional, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan "Kids Go to Office" bagi anak-anak karyawan.


5 Tenaga Bidang Kesehatan Indonesia Ikuti Program Pertukaran di Amerika Serikat

1 hari lalu

Program pertukaran profesional selama tiga minggu (27 April - 18 Mei 2024) di Amerika Serikat yang berfokus pada kesehatan masyarakat di kawasan industri. Sumber: dokumen Kedutaan Besar Amerika di Jakarta
5 Tenaga Bidang Kesehatan Indonesia Ikuti Program Pertukaran di Amerika Serikat

Program pertukaran ini disponsori Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang fokus pada kesehatan masyarakat di kawasan industri


5 Perjuangan yang Biasa Dihadapi Ibu Baru saat Mengalami Baby Blues

2 hari lalu

Ilustrasi baby blues. shutterstock.com
5 Perjuangan yang Biasa Dihadapi Ibu Baru saat Mengalami Baby Blues

Sejumlah indikasi yang muncul saat seorang ibu mengalami sindrom baby blues.


5 Tantangan Hidup yang Dihadapi Generasi Z

2 hari lalu

Generasi Z. Foto: Freepik.com/pch.vector
5 Tantangan Hidup yang Dihadapi Generasi Z

Generasi Z menghadapi tantangan yang kompleks dan beragam dalam kehidupan mereka.


Neurolog Ungkap Penyebab Migrain Lebih Sering Menyerang Wanita

3 hari lalu

Ilustrasi migrain. Shutterstock
Neurolog Ungkap Penyebab Migrain Lebih Sering Menyerang Wanita

Neurolog menyebut perempuan lebih berisiko mengalami migrain dibanding laki-laki dengan risiko kambuh lebih tinggi dan waktu pemulihan lebih lama.


Dampak Fisik Stres Berlebihan, Menstruasi Tak Teratur Hingga Penyakit Kardiovaskular

4 hari lalu

Ilustrasi mengurangi stress. Freepik.com/fabrikasimf
Dampak Fisik Stres Berlebihan, Menstruasi Tak Teratur Hingga Penyakit Kardiovaskular

Stres dapat menimbulkan dampak serius pada fisik, perilaku, dan mental yang sangat berefek pada kesehatan.


Pakar Sebut Pengaruh Stres pada Jantung dan Pernapasan

4 hari lalu

ilustrasi stres (pixabay.com)
Pakar Sebut Pengaruh Stres pada Jantung dan Pernapasan

Stres dapat menimbulkan dampak serius pada fisik, perilaku, dan mental yang sangat berefek pada kesehatan, termasuk jantung dan pernapasan.


Google Gunakan AI untuk Menampilkan Rangkuman Jawaban Soal Kesehatan, Bisa Dipercaya?

5 hari lalu

Ilustrasi kecerdasan buatan untuk kesehatan. Kredit: Antaranews
Google Gunakan AI untuk Menampilkan Rangkuman Jawaban Soal Kesehatan, Bisa Dipercaya?

Pengguna AI telah melaporkan berbagai jawaban yang tidak akurat dan aneh pada berbagai topik, termasuk kesehatan


5 Manfaat Daun Moringa untuk Kesehatan

6 hari lalu

Daun Kelor. Pexels.com
5 Manfaat Daun Moringa untuk Kesehatan

Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan potensial dari daun moringa atau biasa disebut daun kelor.


Penelitian Ungkap Marah-marah Baik buat Kesehatan Mental

7 hari lalu

Chef Gordon Ramsay. REUTERS/Edgar Su
Penelitian Ungkap Marah-marah Baik buat Kesehatan Mental

Penelitian menyebut marah-marah bisa mengurangi depresi, stres, dan kecemasan dibanding perilaku yang sopan dan kalem.