Terbangun Lalu Sulit Tidur Kembali, Ikuti Saran Ahli Ini

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita melihat telepon genggang atau handphone di tempat tidur atau saat ingin tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita melihat telepon genggang atau handphone di tempat tidur atau saat ingin tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kadang ada beberapa orang yang kerap terbangun tiba-tiba di malam hari saat tidur, lalu sulit memejamkan mata kembali. Sementara esok hari banyak pekerjaan penting menanti. 

    Baca juga: 
    Tidur Cantik Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Ahlinya

    Sering Begadang? Jangan Lupa Bayar Utang Tidur
    6 Alasan Wanita Butuh Tidur Lebih Lama dari Pria 
    3 Penyebab Kita Sering Terbangun Saat Tidur Malam Hari

    Menurut dokter tidur asal Amerika Serikat, Dr. Michael Breus, PhD, ada beragam penyebab susah tidur kembali saat terbangun malam hari. Agar tidak mengalaminya cegah dengan mengkonsumsi madu.

    “Susah tidur kembali (di malam hari), bisa terjadi karena berbagai penyebab salah satunya karena ada masalah dengan gula darah. Minum satu sendok teh madu murni 30 menit sebelum tidur, bisa membuat gula darah stabil selama tidur,” ujar Breus di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Selain karena gula darah, penyebab paling umum terbangun di tengah malam adalah kebutuhan mendesak seperti buang air kecil atau bahkan sleep apnea yang melibatkan gangguan pernapasan berulang. Jika terlanjur bangun ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidur kembali, seperti mematikan lampu, menjauhkan ponsel dan meditasi.

    “Masalah utama tidur adalah susah tidur dan tidur dalam kondisi baik. Susah tidur karena kesulitan menonaktifkan otak. Banyak metode yang biasanya orang lakukan untuk mengatasi masalah ini, misalnya berdoa, menjauhkan ponsel,” kata Breuss.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.