Tidur Cantik Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Ahlinya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sedang tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sedang tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita sering mendengar istilah sleeping beauty atau tidur cantik. Saking populernya, istilah itu pernah dijadikan judul film di dekade 1950-an.

    Banyak yang bilang, tidur cantik hanyalah cerita fiksi dan mitos belaka. Ternyata, tidur cantik itu fakta. Sleep physician dari Snoring and Sleep Disorder Clinic Jakarta, Dr. Andreas Prasadja, RPSGT menjelaskan, tidur cantik itu benar adanya.

    "Penelitian dari British Medical Journal, tahunnya saya lupa, membuktikannya dengan cara yang sangat sederhana. Orang yang sama (perempuan) difoto dalam kondisi cukup tidur dan kurang tidur. Lalu kedua foto itu diperlihatkan ke ratusan responden. Para responden diminta memilih mana foto yang wajahnya tampak lebih atraktif," terang Andreas dalam sesi wawancara empat mata dengan tabloidbintang.com di Jakarta Selatan, pekan ini.

    Baca juga: Cara Menentukan Pola Tidur Malam yang Tepat

    Ilustrasi wanita tertidur. shutterstock.com

    Baca juga: Tidur Sebaiknya dalam Keadaan Gelap, Ini Alasannya

    Hasilnya, mayoritas responden memilih foto perempuan yang (belakangan diketahui) diambil dalam kondisi cukup tidur. Menurut Andreas, durasi tidur berhubungan erat dengan perkembangan sel-sel inflamasi. Saat Anda kurang tidur, populasi sel inflamasi di tubuh meninggi. Tingginya sel inflamasi membuat kulit tampak kusam dan lebih keriput.

    Hal lain yang ingin diluruskan Andreas, dalam kamus medis tidak ada istilah kelebihan tidur. Yang ada, kantuk berlebih. Selama kurang tidur, Anda akan terus mengantuk. Yang diatasi kantuk berlebihnya.

    Baca juga: Sering Begadang? Jangan Lupa Bayar Utang Tidur

    "Nalarnya begini, kalau kelebihan durasi kerja otomatis Anda mengalami kelelahan ekstra dan durasi tidur berkurang. Karenanya, Anda butuh tidur lebih lama lalu bangun dalam kondisi pegal di beberapa bagian tubuh. Itu lumrah karena Anda sedang membayar utang tidur. Jadi asumsi yang menyebut kebanyakan tidur bikin badan sakit itu mitos," ujar Andreas.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.