Coba Perawatan Pelangsingan, Tantri Kotak Dapat Pujian dari Suami

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tantri Kotak. Tempo/Nurdiansah

    Tantri Kotak. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan perkara mudah bagi seorang wanita menurunkan berat badan setelah melahirkan dan menyusui. Hal itu juga yang dirasakan vokalis band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari.

    Meski bobot tubuhnya sudah berkurang pasca-hamil, wanita kelahiran 9 Agustus 1989 ini mengaku masih ingin mengurangi beberapa kilogram lagi. Karena itu, atas referensi teman, dia pun mencoba sebuah treatment pelangsingan yang aman, tanpa sayatan, dan tanpa rasa sakit.

    "Aku memang lebih concern dengan body shaping dan mencoba treatment Cryolipo, yaitu sebuah teknik pelangsingan dengan alat semacam dijepit di bagian perut untuk pembekuan sel lemak sampai minus 7 derajat. Aman dan tanpa rasa sakit, hasilnya pun keluar lewat metabolisme tubuh, seperti buang air kecil," ujar Tantri Kotak di sela re-launching klinik NMW Skin Care Kalimalang, Bekasi, Rabu, 31 Januari 2018.

    Baca juga: Mau Minum Obat Pelangsing? Perhatikan 3 Hal Berikut

    Meski baru sekali mencoba, Tantri mengaku langsung merasakan hasil yang cukup memuaskan, yakni lingkar pinggang mengecil dan lebih ramping. "Senang banget karena celana yang udah enggak muat, jadi bisa dipakai lagi karena lingkar pinggang mengecil. Suamiku juga langsung memuji, katanya kayaknya ada yang beda, nih, sambil peluk dari belakang. Senang banget rasanya," tuturnya.

    Di samping itu, agar hasilnya maksimal, Tantri menerapkan pola makan sehat dan olahraga. "Aku memang jaga makan. Lebih banyak makan protein, kalau karbo hanya empat jam saja dalam seminggu aku makan tanpa protein. Kalau olahraga, aku lagi rajin gym dan Thai boxing."

    Baca juga: Pakai Obat Pelangsing Lalu Diare, Pikir Dulu Risikonya

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.