Mau Minum Obat Pelangsing? Perhatikan 3 Hal Berikut

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet. shutterstock.com

    Ilustrasi diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa perempuan rela melakukan apa saja demi memiliki tubuh langsing atau mungkin kurus. Mereka kemudian memutuskan minum berbagai obat pelangsing, mulai dari bentuk pil, jamu, sampai teh. 

    Tapi sebelum mengonsumsi obat atau teh pelangsing, ada tiga hal yang harus Anda perhatikan. “Pertama, indikasinya harus jelas. Kedua, dosis (pengobatan yang diberikan dalam jangka waktu tertentu) terukur. Ketiga, ketahui efek samping termasuk kapan harus menghentikan penggunaan obat,” papar Spesialis gizi dan nutrisi, dr. Marya W. Haryono, SpGK dari Rumah Sakit Umum Bunda, Jakarta Pusat.

    Baca juga: Pakai Obat Pelangsing Lalu Diare, Pikir Dulu Risikonya

    Lebih lanjut, Marya mengakui, banyak kaum hawa berpedoman makanlah seperti biasa, tidak perlu repot-repot mengurangi porsi sambil minum obat pelangsing, maka tubuh akan kurus dengan sendirinya.

    Terkait gaya hidup semacam ini, Marya menjelaskan, “Semua itu tergantung pemakaian obat dan diet yang dijalani. Fakta yang akan tampak adalah status kesehatan tubuh orang itu dan penurunan bobot dalam batasan normal yakni sebesar 0,5 hingga 1 kilogram per minggu.”

    Baca juga: Lapar Berlebihan dapat Dikendalikan dengan Omega 3

    “Mulailah diet dengan memilih bahan pangan alami yang mengenyangkan yakni tinggi serat, cukup protein, dikenal sebagai sumber lemak tak jenuh, dan tidak tinggi kolesterol,” ujar Marya.

    TABLODIBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.