Pakai Obat Pelangsing Lalu Diare, Pikir Dulu Risikonya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi langsing. shutterstock.com

    Ilustrasi langsing. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada perempuan yang rela melakukan apa saja demi memiliki tubuh langsing atau mungkin kurus. Mereka kemudian memutuskan minum berbagai obat pelangsing, mulai dari bentuk pil, jamu, sampai teh. Setiap kali minum obat pelangsing, beberapa jam kemudian perut terasa mulas dan buang air besar. Bahkan ada yang sampai diare.

    Ditinjau dari sisi kesehatan, tak ada istilah langsing dalam kamus medis. Yang ada adalah berat badan ideal, berat badan normal, berat badan kurang, berat badan berlebih, hingga obesitas. Dokter spesialis gizi dan nutrisi, Marya W. Haryono dari Rumah Sakit Umum Bunda, Jakarta Pusat, mengatakan yang dimaksud langsing oleh orang awam bisa saja mengarah ke berat badan kurang, tergantung target diet yang hendak dicapai. Padahal, berat badan kurang belum tentu sehat.

    “Banyak obat atau teh herbal yang mengklaim mampu melangsingkan tubuh. Cara kerjanya pun bervariasi, dari mengeluarkan lebih banyak air dari tubuh, mengeluarkan kotoran lebih sering, meningkatkan metabolisme untuk memperbanyak pemakaian energi di dalam tubuh, dan lain-lain,” ucap Marya di Jakarta.

    Jika konsumsi obat pelangsing tidak diikuti dengan pengaturan makan baik dari segi jumlah maupun komposisi, efek yang ditimbulkan bisa bervariasi. Berat badan bisa saja turun, tapi belum tentu berhasil mempertahankan bobot itu. Sering kali, setelah sukses menguruskan badan, orang tersebut terkena sindrom yoyo alias berat badan gampang turun dan gampang pula naik.

    Diet, kata Marya, bukan semata mengurangi porsi makan atau menghindari menu tertentu demi menguruskan badan. Jika nekat melakukan diet semacam itu akan sampai di titik jenuh yang membuat kalap makan apa saja. Atau ketika berhasil menguruskan badan dan merasa sukses, kemudian mengganjar diri dengan makan apa saja. Hasilnya, dalam hitungan hari berat badan kembali naik.

    “Ingat, tidak semua orang sama responsnya terhadap satu jenis obat pelangsing. Jadi, reaksinya tidak selalu buang air besar sepanjang hari," ucapnya. Efek obat atau teh pelangsing biasanya meningkatkan pembuangan baik melalui air seni maupun buang air besar. Efek jangka pendek pastinya berat badan turun. Namun risiko lain yang muncul adalah dehidrasi. "Buang air kecil atau buang air besar terlalu sering jelas tidak sehat."

    Terlalu sering buang air besar, Marya menambahkan, akan membuat badan lemas. Untuk mengatasinya, perbanyak minum air putih dan berhenti mengkonsumsi obat pelangsing. Jika gangguan buang air besar berkepanjangan dan merasa lemas terus-menerus, segera konsultasi ke dokter.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.