8 Panduan untuk Orang Tua Meningkatkan IQ Anak

Reporter

Sehatq.com

Editor

Yunia Pratiwi

Selasa, 11 Februari 2020 21:00 WIB

Ilustrasi anak membaca buku. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Ukuran kecerdasan dan potensi intelekstual seseorang dikenal dengan istilah IQ. Ini dipopulerkan oleh seorang psikolog Prancis bernama Alfred Binet pada tahun 1900-an. Meski beberapa orang menganggap hasil tes IQ permanen, ada banyak cara meningkatkan IQ anak yang bisa dicoba dengan sangat mudah di rumah.

Tes IQ biasanya dilakukan oleh sebuah institusi, dengan bantuan psikolog profesional. Hasil tes IQ umumnya menjadi sebuah persyaratan untuk masuk sekolah. Selain faktor genetik dan lingkungan, ternyata rasa sayang dari orangtua juga memerankan tugas penting pada kecerdasan anak.

Berikut ini panduan orang tua untuk meningkatkan IQ anak, agar hasil skor tes IQ yang lebih maksimal di kemudian hari.

1. Bermain musik
Dalam sebuah studi, musisi terbukti memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa. Dalam kecerdasan, kemampuan mengingat adalah bagian penting. Itulah sebabnya, mengasah daya ingat dianggap dapat menjadi cara meningkatkan IQ Anda. Mempelajari instrumen musik dan menguasainya bisa dilakukan untuk meningkatkan IQ. Biarkan anak mempelajari alat musik pilihannya dan berkreasi.

2. Mempelajari bahasa asing
Mempelajari bahasa baru adalah hal yang menguntungkan untuk IQ Anda. Sebab, menguasi lebih dari satu bahasa (bilingual) sangatlah bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan otak. Sebuah penelitian menjelaskan adanya hubungan antara pembelajaran bahasa pada usia dini dengan IQ. Hasilnya, efek belajar bahasa baru melalui interaksi dan pembicaraan sejak usia 18 sampai 24 bulan, bisa bermanfaat untuk kemampuan kognitif di masa yang akan datang.

Advertising
Advertising

3. Membaca buku
Selain menjadi “jendela dunia”, ternyata membaca buku bisa menjadi cara meningkatkan IQ yang ampuh. Manfaat membaca buku untuk IQ ini sangat bisa terasa jika orangtua mau memperkenalkannya sedini mungkin kepada anak-anak.

Dalam sebuah studi, peneliti menemukan bahwa saat orangtua membacakan buku dengan suara lantang, sang anak akan mengalami peningkatkan kemampuan kognitif dan berbahasa, sehingga IQ bisa meningkat. Selain itu, semakin banyak kata-kata yang anak dengar, otaknya akan terangsang sehingga kecerdasan pun bisa dilatih sejak dini.

4. Dukung anak untuk terus belajar
Jadikan setiap hari adalah hari belajar untuk anak. Sebab, pendidikan dalam berbagai bentuk sangatlah menguntungkan untuk perkembangan otak manusia. Sebuah penelitian menemukan, mengenyam pendidikan formal setiap tahun bisa meningkatkan 1-5 poin IQ.

5. Memberikan kasih sayang
Bekerja keras, menjalankan proses pembelajaran dengan disiplin tapi tetap senang, adalah segelintir cara meningkatkan IQ anak yang bisa dicoba. Namun, jangan melupakan pentingnya kasih sayang orangtua untuk anak, ya. Sebab, kasih sayang yang dicurahkan orangtua pada anak ternyata sangat penting untuk kecerdasan optimal sang anak. Jadi, jangan pernah melupakan hal terpenting yang harus diberikan orangtua pada anak ini.

6. Mempelajari bahasa isyarat
Jikalau anak Anda masih terlalu dini dan belum bisa berbicara, gunakanlah bahasa isyarat ketika berkomunikasi dengannya. Sebuah studi menunjukkan, bahasa isyarat memiliki efek positif terhadap IQ dan perkembangan bahasanya.

7. Memberikan nutrisi melalui ASI maupun susu formula
Dengan memberikan air susu ibu (ASI) sejak dini, anak Anda berpotensi memiliki IQ yang tinggi di kemudian hari. Terutama pada tahun pertama kelahiran sang anak di dunia, ketika otaknya sedang dalam proses pertumbuhan.
Bagi Anda yang memberikan susu formula pada anak, jangan khawatir dan berkecil hati. Sebab, studi membuktikan bahwa perbedaan skor IQ pada anak yang minum ASI dan susu formula hanyalah sedikit.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan susu formula yang diperkaya zat besi. Pasalnya, penelitian dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan zat besi semasa bayi, cenderung memiliki skor IQ yang kurang memuaskan.

8. Mengasah daya ingat dengan permainan
Tidak semua permainan (game) berdampak buruk pada anak. Buktinya, game yang mengasah daya ingat bisa sangat bermanfaat. Manfaat permainan untuk mengasah daya ingat ini pun sudah diteliti. Jika sedang bermain dengan anak, ajarilah permainan seperti sudoku, teka-teki jigsaw, hingga teka-teki silang (TTS).

Sebelum anak menginjak usia 4 tahun, otaknya akan berkembang sangat pesat. Faktanya, otak anak akan mencapai 90% dari ukuran finalnya sebelum masuk taman kanak-kanak (TK). Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan cara meningkatkan IQ dengan cara-cara tersebut di atas.

SEHATQ

Berita terkait

Anak Pemimpin Sudan Tewas dalam Kecelakaan di Turki

3 hari lalu

Anak Pemimpin Sudan Tewas dalam Kecelakaan di Turki

Anak panglima militer dan pemimpin de facto Sudan meninggal di rumah sakit setelah kecelakaan lalu lintas di Turki.

Baca Selengkapnya

Mengapa Bayi Harus Diimunisasi?

4 hari lalu

Mengapa Bayi Harus Diimunisasi?

Bayi harus menjalani imunisasi karena beberapa alasan tertentu yang akan dibahas dalam artikel ini.

Baca Selengkapnya

10.000 Warga Palestina Hilang di Gaza, 210 Hari Sejak Serangan Israel Dimulai

4 hari lalu

10.000 Warga Palestina Hilang di Gaza, 210 Hari Sejak Serangan Israel Dimulai

Sejauh ini, 30 anak telah meninggal karena kelaparan dan kehausan di Gaza akibat blokade total bantuan kemanusiaan oleh Israel

Baca Selengkapnya

6 Bahaya Bayi yang Tidak Diimunisasi

4 hari lalu

6 Bahaya Bayi yang Tidak Diimunisasi

Bayi penting untuk melakukan imunisasi secara rutin agar terhindar dari bahaya kesehatan mendatang. Lantas, apa saja bahaya bagi bayi yang tidak melakukan imunisasi?

Baca Selengkapnya

3 Faktor Penyebab Sindrom Anak Sulung Perempuan

4 hari lalu

3 Faktor Penyebab Sindrom Anak Sulung Perempuan

Fenomena beban emosional yang dipikul oleh anak perempuan tertua alias anak sulung perempuan di banyak keluarga, sejak mereka masih kecil.

Baca Selengkapnya

Ketahui Sindrom Anak Sulung Perempuan, Beban Putri Tertua

4 hari lalu

Ketahui Sindrom Anak Sulung Perempuan, Beban Putri Tertua

Sindrom putri sulung adalah beban yang dirasakan oleh anak sulung perempuan untuk berperan sebagai orang tua ketiga bagi saudara-saudaranya.

Baca Selengkapnya

Saran Psikolog agar Anak Berkembang di Bidang Seni

5 hari lalu

Saran Psikolog agar Anak Berkembang di Bidang Seni

Orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi di berbagai bidang, baik seni maupun bidang lain.

Baca Selengkapnya

Uang Kementan untuk Keluarga Syahrul Yasin Limpo: dari Tagihan Parfum, Skincare, Kafe, hingga Sunatan

8 hari lalu

Uang Kementan untuk Keluarga Syahrul Yasin Limpo: dari Tagihan Parfum, Skincare, Kafe, hingga Sunatan

Dalam sidang terungkap bekas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo alias SYL acapkali menggunakan uang Kementan untuk keperluan pribadi.

Baca Selengkapnya

Pola Asuh yang Perlu Dipahami Kakek Nenek saat Mengasuh Cucu

11 hari lalu

Pola Asuh yang Perlu Dipahami Kakek Nenek saat Mengasuh Cucu

Psikolog mengingatkan kakek atau nenek memahami jenis-jenis pola asuh ketika mengasuh cucu. Apa saja yang perlu dilakukan?

Baca Selengkapnya

Refleksi Nirina Zubir atas Perkara Mafia Tanah dengan Bekas ART: Mendobrak Tabu Percakapan Aset Orang Tua hingga Mulut Manis Sang Asisten

11 hari lalu

Refleksi Nirina Zubir atas Perkara Mafia Tanah dengan Bekas ART: Mendobrak Tabu Percakapan Aset Orang Tua hingga Mulut Manis Sang Asisten

Duel aktris Nirina Zubir melawan mafia tanah bekas asisten mendiang ibunya, Riri Khasmita, patut menjadi contoh orang ramai yang menghadapi kasus serupa.

Baca Selengkapnya