Minggu, 22 Juli 2018

Sarapan Asyik Butuh Hidangan dan Waktu yang Tepat, Apa Itu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sarapan. Shutterstock

    Ilustrasi sarapan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua orang tahu bahwa sarapan itu penting dan tak bisa diabaikan. Sarapan merupakan sumber energi , penunjang kegiatan yang memenuhi sepertiga kebutuhan asupan gizi harian.

    Sayangnya, banyak orang yang salah memaknai sarapan tanpa memperhatikan jumlah, jenis, dan waktu.

    Sarapan yang baik dilakukan untuk anak-anak, misalnya. adalah minimal 30 menit setelah dia bangun. Atau  satu jam setelah melakukan aktivitas.  Ini karena tubuh butuh relaksasi dan sistem pencernaan siap menerima makanan. Begitu disebutkan Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia Hardinsyah, dalam acara peluncuran Pendidikan Sarapan Sehat di Jakarta, 10 April 2017. 

    Jenis makanan untuk sarapan pun harus khusus.  Yaitu selain bergizi juga harus aman, tidak terlalu asam dan pedas. "Tingkat keasaman atau PH pada hidangan untuk sarapan sebaiknya netral," ujar Guru Besar Tetap Ilmu Gizi dari Institut Pertanian Bogor. Disebutkan juga jika ingin mengetahui berapa kecukupan gizi kita, sebaiknya melihat jumlah kebutuhan kalori atau energi dari daftar angka kecukupan gizi yang dianjurkan per orang per hari.

    Soal menu, tak perlu dibedakan antara orang dewasa dan anak-anak.  "Yang harus diperhatikan adalah jumlah kalori sesuai kebutuhan tubuh masing-masing, kalau jenis makanan dapat sama," ujar Hardiansyah.  Tapi ditambahkan, bagi  yang sudah usia lanjut atau masih balita mungkin perlu diperhatikan tekstur makanannya. Sementara, ibu hamil harus diperbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam folat. Misalnya , Jeruk, pisang, alpukat dan sayuran yang berdaun hijau.

    Bagaimana jika sarapan ditinggalkan? Hardiansyah menyebutkan jika anak tidak dibiasakan sarapan, maka akan muncul  generasi yang lemah, rentan sakit dan masa depannya suram.  "Ini karena, tanpa sarapan, anak tidak dapat beraktivitas dan menyerap ilmu dengan baik," katanya.

    Tak dipungkiri, sarapan sehat terutama untuk anak sekolah banyak manfaatnya. Selain membuat tubuh menjadi kuat, sehat, cerdas, ceria, juga membangun disiplin dan kebersamaan.

    ”Sarapan bisa membuat anak menjadi kuat, sehat, fokus serta semangat dalam belajar . Terpenting dapat melatih anak dispilin serta membangun kebersamaan bersama keluarga,”ujar Hardinsyah.

    DINA ANDRIANI

    Artikel lain:
    Efek Air Keras Pada Kulit, Bagaimana Mengatasinya?
    Riset: Penghitungan BMI Tak Bisa Jadi Acuan Kesehatan
    Jangan Diam Disakiti Kekasih, Lakukan 7 Tindakan Berikut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.