Alasan Anak Tak Boleh Hanya Sarapan Buah dan Sayur

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

    Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang tua percaya sarapan buah dan sayur akan menjaga anak tetap sehat karena anak akan terhindar dari makanan instan dan kurang bergizi yang dijajakan di lingkungan sekitar sekolah. Namun bagaimana dengan kandungan gizi dalam buah dan sayur? Apakah gizi anak terpenuhi ketika menu sarapan berisi buah dan sayur saja?

    Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK. menuturkan sarapan buah dan sayur pada anak tidak disarankan. Sebabnya, kandungan karbohidrat pada buah dan sayur tidak mencukupi kebutuhan tubuh.

    Buah dan sayur lebih banyak mengandung serat, vitamin, dan mineral. Padahal, sekitar 50 hingga 60 persen menu sarapan anak idealnya mengandung karbohidrat.

    “Jika masih sarapan hanya dengan buah dan sayuran minimal bisa dengan menambahkan konsumsi susu,” jelas Samuel.

    Idealnya, sarapan seimbang terdiri karbohidrat sebanyak 50 persen, protein (15-20 persen), dan lemak (di bawah 30 persen). Sisanya terdiri vitamin, mineral, dan serat dari buah dan sayur. Untuk pemilihan jenis buah dan sayur, sebenarnya tidak ada pantangan.

    “Hanya, hindarilah buah yang terlalu asam karena akan merangsang lambung. Hindari pula buah yang mengandung gas seperti nangka karena akan membuat perut begah,” saran Samuel seraya mengingatkan konsumsi cairan ketika sarapan tidak kalah penting. Cairan itu bisa didapatkan dari air putih atau susu. 

    AURA

    Baca juga:
    Mengintip Sarapan Sehat di Berbagai Negara
    4 Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Sarapan
    Sarapan Tak Cuma Makan Pagi, Khasiatnya Langsing dan Gigi Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.