Awkarin Buka-bukaan, Gaji Selangit, Haters, dan Bantuan Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karin Novilda alias Awkarin. TEMPO/Subekti.

    Karin Novilda alias Awkarin. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Awkarin atau Karin Novilda belakangan ini tenar. Karin yang lebih dikenal dengan nama akun Instagramnya, Awkarin menyedot perhatian netizen karena video blog-nya yang berisi curahan hati setelah putus hubungan dengan kekasihnya, Muhammad Gaga.

    Selain youtube, Awkarin juga dikenal karena foto-foto di Instagramnya yang "berani". Di beberapa foto, ia sering mengekspose pose mesra dengan sang mantan. Ditambah lagi, pakaian dan gaya Awkarin juga dinilai terlalu dewasa. Di tengah kontroversi itu, nama Awkarin malah makin ngetop.

    BACA: 5 Rahasia Awkarin yang Tak Kentara di Media Sosial

    Wartawan Tempo, Tika Primandari, Raymundus Rikang, dan fotografer Subekti menemui Awkarin ketika sedang makan malam bersama kawan-kawannya di Grand Indonesia, Kamis akhir Juli lalu. Berikut ini petikan wawancaranya:

    Bagaimana awalnya Karin bisa jadi selebgram?
    Mulainya dari Twitter dulu. Waktu itu aku mikir mau bikin nickname unik, terus kepikiran nama awkward karin, jadi aku singkat jadi awkarin. Kemudian, aku mulai merambah Instagram di 2011. Waktu itu belum banyak juga kan yang main Instagram di Indonesia. Jadi, aku cari inspirasi dengan melihat Instagram artis luar negeri. Aku ikutin gaya fotonya, cara mengeditnya, bajunya, dan lainnya.

    Karena waktu itu enggak banyak yang kayak aku, jadi aku dianggap pelopornya dan banyak yang suka dan follow aku. Terus aku mikir, bagaimana caranya agar yang aku tampilkan yangselalu baru dan bagaimana caranya bisa dimanfaatkan untuk berbisnis.

    Jadi dari awal memang sudah berniat mengkomersialkan Instagram?
    Enggak sih. Awalnya itu memang aku sudah berbisnis dari empat tahun yang lalu. Dulu aku bisnis bikin case iPhone. Modalku Rp 500 ribu dan omsetnya bisa sampai Rp 10 juta. Terus lama-lama banyak saingannya. Aku pikir lagi bagaimana caranya biar bisa dapat uang. Terus aku kepikiran buat jadiin diriku sendiri objek. Aku ikutin fashion-nya mereka (artis luar negeri), aku foto sendiri, ternyata banyak yang follow.

    BACA: Psikolog: Remaja Peniru Seleb Media Sosial Bisa Lebih Vulgar

    Kemarin pas aku pacaran sama Gaga, aku sering foto-foto yang dianggap berlebihan. Padahal, aku enggak ada maksud begitu. Cuma mau nunjukin kalau aku emang gitu orangnya soalnya aku gak suka pencitraan. Foto-foto itu sebenernya gak ada niatan buat cari eksis tapi malah jadi bagus buat marketing-nya. Soalnya kan orang Indonesia kalau lihat yang enggak biasa jadi bahan omongan.

    Sejak aku posting foto ciuman, follower aku bertambah. Nah, dari situ aku buka endorse dan paid promote. Dalam dua bulan bertambah jadi 300 ribu follower, jadi aku nambahin biaya endorse aku. Bahkan pernah dua hari sampai Rp 30 juta.

    Kemarin yang bikin heboh kan video pengakuan Karin. Kenapa bikin video itu?
    Itu dari video blog aku. Jadi, awalnya aku bikin akun snapchat ternyata di sana banyak yang suka terus mereka mendorong aku bikin vlog. Sebelum video itu, aku juga sudah upload tema vlog yang lain. Tapi yang booming yang pengakuan itu. Terus aku juga stress dengan munculnya akun haters aku yang follower-nya banyak.

    Selanjutnya: Menghadapi haters, dicuekin lalu dibantu polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?