3 Mitos Seputar Keguguran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • parentdish.com

    parentdish.com

    TEMPO.COJakarta - Saat harus mengalami peristiwa keguguran, tak hanya sang ibu yang merasakan kesedihan, keluarganya pun mengalami perasaan yang sama. Terlebih bagi pasangan yang telah lama menanti momongan. Namun bagaimana ketika orang tua harus kehilangan jabang bayi sebelum sempat dilahirkan? 

    Keguguran adalah janin yang gagal hidup atau tumbuh di dalam rahim sang ibu. Keguguran dapat terjadi karena sejumlah penyebab, seperti gizi buruk, kesehatan ibu tidak baik, infeksi, usia ibu, kelainan rahim, dan ketidakseimbangan hormon.

    Seperti dunia kesehatan lain, keguguran juga memiliki mitos dan fakta. Bahkan beberapa mitos dapat menghancurkan harapan seorang ibu. Karena itu, sebaiknya dicek terlebih dulu kebenarannya. Berikut ini beberapa mitos seputar keguguran seperti dilansir laman Boldsky.

    - Susah hamil kembali atau bahkan tidak bisa melahirkan anak sama sekali
    Kebanyakan orang berpikir seorang wanita yang mengalami keguguran akan sulit hamil kembali atau bahkan tidak bisa hamil sama sekali. Mitos ini tidak benar. Ahli medis berpendapat, jika seorang wanita mengalami keguguran pada kehamilan pertama, masih ada kesempatan berikutnya. Tentunya dengan risiko keguguran yang sama besarnya dengan kehamilan pertama.

    - Bercak darah tandanya keguguran.
    Bercak darah atau pendarahan ringan pada vagina selama kehamilan pertama menandakan keguguran. Padahal pada trimester pertama bercak dan pendarahan ringan pada vagina merupakan hal yang kerap terjadi. Bila intensitas pendarahan lebih banyak dan sering, segera konsultasikan dengan dokter atau bidan. 

    - Baru boleh hamil 3-6 bulan setelah keguguran.
    Setelah mengalami keguguran, harus ada jeda 3-6 bulan untuk boleh hamil lagi. Namun penelitian menunjukkan bahwa tidak berbahaya bila wanita mencoba hamil lagi kurang dari 3-6 bulan setelah keguguran. Meski begitu, wanita yang akan hamil lagi harus siap secara fisik dan mental.

    BOLDSKY | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Sila Coba, 6 Tip Berolahraga Lari tanpa Stres
    5 Resep Mencegah Petaka di Kaki Karena Diabetes
    Waktu yang Tepat Makan Bawang Putih 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.