Bahaya Dehidrasi pada Bayi dan Cara Penanganan yang Tepat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi memasukkan jarinya ke dalam mulut. Unsplash/Irina Murza

    Ilustrasi bayi memasukkan jarinya ke dalam mulut. Unsplash/Irina Murza

    TEMPO.CO, Jakarta - Air atau cairan memiliki peran yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia. Pada tubuh manusia, air atau cairan memiliki berbagai fungsi yang membantu agar organ-organ dapat bekerja dengan baik. Dokter Spesialis Anak Konsultan Ariani Dewi Widodo menjelaskan jika kandungan air pada tubuh manusia di setiap rentang usia berbeda-beda. Manusia dewasa mengandung sekitar 60 persen cairan dari keseluruhan berat badannya, sementara 75 persen dari keseluruhan berat badan bayi adalah air, dan 65 persen dari berat badan anak adalah air.

    "Begitu juga kebutuhan setiap orang akan air atau cairan juga berbeda-beda, tergantung pada usia dan aktivitasnya. Anak yang berada pada rentang usia 2-3 tahun membutuhkan sebanyak 1,3 liter cairan per-hari sementara pada usia 4-8 tahun membutuhkan 1,4 -1,6 liter cairan perharinya," ucap Ariani melalui siaran pers Johnson's Parent Club Expert Class, Jumat 13 Juni 2020.

    Kurangnya asupan air atau cairan yang berlebihan dapat menyebabkan berkurangnya total body water yang disebut dengan dehidrasi yang menyebabkan terganggunya performa fisik kognitif, konstipasi, gangguan pada fungsi ginjal, menyebabkan sinkop dan hipotensi ortostatik, pencetus terjadinya sakit kepala dan migrain, kelenturan kulit akan menurun dan kulit menjadi kering. Anak-anak cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi daripada orang dewasa.

    Pada anak dan bayi dehidrasi paling sering terjadi akibat infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan diare ataupun muntah. Dehidrasi terdiri atas dehidrasi derajat ringan-sedang dan dehidrasi berat. Keduanya memiliki gejala dan tanda yang berbeda sesuai tingkat dehidrasinya.

    Gejala dehidrasi yang dapat dilihat oleh orangtua di rumah antara lain ubun-ubun cekung pada bayi, buang air kecil sedikit dan pekat atau tidak ada sama sekali, air mata tidak keluar, dan tampak kehausan.

    Selain kehilangan cairan, dehidrasi juga menyebabkan seseorang kehilangan elektrolit (Na,K,Cl). Dehidrasi menyebabkan tubuh paling sering kehilangan natrium dan kalium yang berfungsi untuk membantu fungsi otot dan saraf, menyeimbangkan elektrolit di dalam tubuh manusia, menjaga pertumbuhan tubuh yang normal, dan mengontrol keseimbangan asam-basa tubuh maupun menjaga kesehatan jantung.

    Untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada anak, maka orang tua harus lebih memperhatikan lagi asupan cairan pada anak. Minum dan mengonsumsi makanan yang kadar airnya tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran merupakan salah satu cara untuk menjaga anak agar tetap terhidrasi.

    "Selain saat cuaca panas dan sedang beraktivitas ataupun bermain, air putih sendiri dapat diberikan secara rutin kepada anak pada pagi hari untuk membantu mengaktifkan organ dalam; 30-60 menit sebelum makan untuk membantu proses pencernaan; sebelum mandi untuk menurunkan tekanan darah; dan sebelum tidur," jelas Ariani.

    Penanganan pertama dehidrasi pada anak adalah dengan memberikan cairan, dan untuk dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit diberikan Cairan Rehidrasi Oral (CRO) yang biasanya dikenal sebagai oralit. Tahun 2005, WHO merekomendasikan penggunaan CRO osmolaritas rendah (245 mOsm/L) untuk menggantikan versi oralit sebelumnya (311 mOsm/L).

    "Selain osmolaritas, faktor lain yang juga penting dalam keberhasilan pemberian oralit pada anak adalah volume, frekuensi pemberian, dan rasanya. Ariani memyarankan agar selalu perhatikan jumlah total asupan cairan harian anak agar mereka tetap terhidrasi," papar Ariani.

    Sementara itu, Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnsons & Johnson Devy Yheanne mengatakan selama masa pandemi Covid-19, pihaknya ingin semua orang tua di Indonesia untuk tetap produktif dan mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi mereka.

    "Sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan global yang berfokus kepada kesehatan ibu dan anak, kami akan terus melakukan berbagai inisiatif yang dapat mengedukasi orang tua Indonesia. Pada sesi kali ini, kami ingin mengingatkan kembali orang tua Indonesia bahwa penting untuk memperhatikan asupan cairan sehingga anak tetap terhidrasi,” ucapnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.