Bayi Pakai Sarung Tangan, Stimulasi Motorik Terbatas Sulit Kenali Tanda Lapar

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi bayi pakai sarung tangan. Unsplash.com/Michael Podger

    ilustrasi bayi pakai sarung tangan. Unsplash.com/Michael Podger

    TEMPO.CO, Jakarta - Biasanya para ibu baru memakaikan sarung tangan pada bayi yang baru lahir. Sarung tangan mungil ini dianggap perlu untuk melindungi wajah dan bagian tubuh lainnya dari tercakar tanpa sengaja. Namun daripada harus memakaikan sarung tangan bayi, lebih baik jika orangtua selalu memotong kuku bayi secara berkala sehingga tidak ada risiko menimbulkan luka sama sekali.

    Hal ini karena telapak tangan bayi adalah salah satu bagian tubuh yang bisa menerima stimulasi motorik dan sensori sejak awal usianya. Artinya, bayi perlu menggunakan kedua tangan mereka secara bebas untuk perkembangan maksimal. Mereka bisa belajar mengenal tekstur benda yang berbeda-beda lewat sentuhan pada telapak tangan. Jika memakai sarung tangan bayi seharian, tidak akan ada stimulus yang dirasakan lewat tangannya.

    Selain itu, sejak baru lahir pun bayi sudah menggunakan bantuan kedua tangannya untuk memegang benda di sekitarnya. Misalnya untuk memegang boneka lembut yang ada di sampingnya atau saat memegang payudara ibu ketika menyusu. Jika tertutup sarung tangan bayi, mereka tidak bisa merasakan atau mengetahui bagaimana posisi payudara ketika akan menyusu. Terlebih, bayi baru lahir biasanya masih belajar perlekatan yang tepat. Begitu pula dengan sang ibu yang masih beradaptasi belajar menyusui dengan tepat.

    Bahaya mengenakan sarung tangan bayi lain yang mungkin luput diperhatikan adalah tidak bisa tahu sinyal saat bayi merasa lapar. Salah satu refleks yang biasa dilakukan bayi saat lapar adalah mengisap jempol atau jari lainnya. Jika tertutup sarung tangan bayi, maka refleks ini sulit terjadi. Bahkan orangtua atau pengasuh juga tidak tahu sinyal bayi sedang lapar. Memang bayi akan memberi sinyal yang lebih jelas dengan menangis, namun ini adalah sinyal yang paling akhir.

    Biasanya, sinyal paling awal adalah gerakan mulut bayi yang mencari-cari payudara. Ketika sudah menangis, ada kemungkinan bayi menjadi lebih senewen dan gerakannya lebih tidak terkontrol. Lagi-lagi, hal ini bisa menyebabkan luka cakar di wajah jika kuku belum dipotong.

    Sarung tangan bayi memang diproduksi dan dipasarkan untuk menjaga agar kuku bayi tidak mencakar wajahnya. Namun dibandingkan dengan hal-hal yang jadi terbatasi karena sarung tangan, lebih baik membiarkan tangan bayi bebas bereksplorasi. Meski begitu tentu ada konsekuensinya, orang tua harus selalu memastikan kuku bayi tidak panjang dan aman jika tanpa sengaja terkena wajah atau bagian tubuh bayi lainnya.

    Tak hanya itu, kedua tangan mungil itu juga dapat membantu perlekatan mulut bayi dan areola payudara dengan lebih baik saat menyusu. Jadi, ketimbang mengalokasikan budget perlengkapan bayi untuk beli sarung tangan bayi, lebih baik mengalihkannya ke alat potong kuku yang berkualitas.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.