Dea Ananda Rutin Olahraga Jaga Fisik dan Kesehatan Mental

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dea Ananda saat ditemui di acara Fun Sport Session with Uniqlo di Jakarta, Jumat 28 Februari 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    Dea Ananda saat ditemui di acara Fun Sport Session with Uniqlo di Jakarta, Jumat 28 Februari 2020 (TEMPO/Eka Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan penyanyi cilik Dea Ananda aktif berolahraga selama enam bulan terakhir. Perempuan kelahiran 25 Mei 1986 ini sedang menggemari olahraga jenis latihan sirkuit khususnya angkat beban dan indoor cycling.

    "Saat ini aku sering latihan sirkuit khususnya ambil angkat beban dan indoor cycling karena termasuk kardio yang menyenangkan. Olahraga bagi aku simpel ketemu temen, sosialisasi ketemu banyak orang jadi happy ditambah bonus dipuji suami kata dia aku jadi berotot," ucapnya saat ditenui Fun Sport Session with Uniqlo di Jakarta, Jumat 28 Februari 2020.

    Bukan tanpa alasan Dea akhirnya aktif berolahraga. Saat usianya masih 20-an dia pernah menjalani olahraga pilates. Dea merasa tak pernah bermasalah dengan berat badan, bahkan makan sembarangan juga tidak berpengaruh.

    "Nah pas beberapa waktu kemudian lama-lama aku lihat di kaca kok berat badan tambah yah. Aku jadi sadar makan banyak tapi enggak banyak gerak, metabolisme aku ternyata berubah. Aku jadi makin menyadari ingin olahraga lagi, rasanya pengen badan aku kembali kaya waktu itu," ucap istri Andi Ariel Harsya ini.

    Lalu Dea diajak oleh teman baiknya mengikuti kelas olahraga ini. Lama kelamaan pun ia merasa senang dengan jenis olahraga yang dijalaninya. "Akhirnya ketemu olahraga yang aku suka, aku harus maintance dengan olahraga, tidak malas lagi," ucapnya.

    Dea Ananda mengakui manfaat olahraga yang paling dirasakan oleh dirinya ialah menjaga kesehatan mental. Dengan rutin olahraga seminggu minjmal 3 kali kesehatan mentalnya jadi lebih baik.

    "Bagi aku olahraga masih for fun belum sampai fase makan yang dijaga banget.
    Aku olahraga lebih ke kesehatan mental agar lebih terkendali. Paling penting olahraga bisa mendorong semangat aku agar sehat secara mental dan bikin happy," ucap Dea.

    Olahraga memang bermanfaat untuk kesehatan mental dan emosional. Melansir laman Advent Health, saat Anda aktif secara fisik, otak Anda melepaskan bahan kimia yang membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih santai.  Jika Anda berpartisipasi dalam olahraga tim atau grup, Anda juga akan mendapatkan manfaat tambahan dari interaksi sosial yang positif. Ketika Anda tenggelam dalam aktivitas fisik yang menyenangkan atau olahraga Anda bisa menemukan diri Anda benar-benar teralihkan dari stres dan tantangan kehidupan sehari-hari. 

    Jeda sementara darib ini dapat membantu Anda terhindar dari terjebak oleh pikiran negatif. Terlebih lagi, ketika Anda berolahraga, tubuh Anda menghasilkan endorfin, yang merupakan penambah suasana hati alami yang dapat melawan stres dan depresi. Endorfin-lah yang membuat Anda merasa berdaya, santai, dan optimis setelah berolahraga. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.