Bayi Sungsang Bisa Persalinan Normal, Tapi Pahami Risikonya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. Shutterstock

    Ilustrasi ibu hamil. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu hal yang harus diperhatikan para ibu hamil menjelang kelahiran adalah posisi janin. Idealnya posisi janin menjelang kelahiran kepala berada di bawah dan menuju jalur lahir. Namun ada juga posisi janin dengan kaki atau bokong yang justru berada di jalur lahir, atau disebut bayi sungsang.

    Hal tersebut tentu membutuhkan perhatian lebih. Bila terdeteksi bahwa janin berada pada posisi sungsang, Anda perlu bersiap karena persalinan umumnya akan lebih sulit dan berisiko bagi ibu maupun janin. Jika diperlukan, dokter juga bisa saja melakukan beberapa cara mengatasi bayi sungsang sebelum hari kelahiran tiba.

    Sebenarnya, posisi bayi yang sungsang bisa diketahui jauh-jauh hari sebelum masa persalinan tiba. Untuk itulah, pemeriksaan kehamilan rutin sebaiknya rutin dilakukan. Setelah melewati minggu ke-35, akan lebih sulit bagi Si Kecil untuk berputar posisi karena tubuhnya yang semakin membesar.

    Jika tidak ada kondisi-kondisi lain, seperti perdarahan, lilitan tali pusar, atau kurangnya cairan ketuban, berikut ini beberapa jenis tindakan yang mungkin ditawarkan dokter. 

    1. Inversi
    Salah satu cara mengatasi bayi sungsang yang sering dianjurkan oleh dokter adalah menempatkan tubuh sang ibu sedemikian rupa agar pinggul lebih tinggi. Posisi ini diyakini bisa membetulkan posisi sungsang karena merangsang janin agar berputar, sehingga kepalanya berada di bawah. Untuk meninggikan pinggul, Anda bisa melakukannya melalui bermacam-macam cara. Mulai dari mengganjal pinggul dengan bantal, menungging, atau menyelam beberapa saat dalam kolam renang.

    2. External version
    Cara mengatasi bayi sungsang dilakukan secara manual, dengan tujuan mengubah posisi janin. Dokter akan memanipulasi janin dengan tangannya melalui bagian luar perut Anda. Sebagai contoh, dokter dapat perlahan-lahan menggeser bokong dan kaki janin dengan satu tangan, sementara mendorong kepala janin ke bawah dengan tangan lainnya.

    External version biasanya disarankan ketika kehamilan berusia 36 hingga 38 minggu. Saat melakukan gerakan ini, dokter akan meminta bantuan asisten. Kondisi janin pun akan selalu dipantau dengan saksama. Misalnya, menggunakan alat deteksi detak jantung maupun ultrasonografi atau USG. Pemantauan ini berfungsi mencegah komplikasi atau kondisi yang tidak diinginkan.

    Selain risiko komplikasi tersebut, keberhasilan cara mengatasi bayi sungsang ini pun dikabarkan hanya sekitar 50 persen. Karena itu, Anda dan pasangan dihimbau untuk mempertimbangkan dan mendiskusikannya dengan dokter kandungan terlebih dulu.

    Saat ini, banyak praktik illegal yang berani melakukan tindakan ini, sebaiknya jika Anda berencana melakukannya bukan di dokter kandungan maka segera urungkan niat Anda pasalnya, tindakan ini dapat membahayakan janin Anda.

    Metode melahirkan bayi sungsang

    Ketika cara mengatasi bayi sungsang tidak memberikan pengaruh positif dan posisi bayi tetap sungsang, dokter akan mendiskusikan pilihan metode melahirkan dengan Anda serta pasangan. Untuk menolong kelahiran bayi sungsang, ada beberapa metode persalinan yang mungkin bisa direkomendasikan oleh dokter kandungan. Saran ini umumnya akan disesuaikan dengan kondisi ibu hamil secara keseluruhan maupun kondisi janin.

    - Persalinan normal
    Apakah bayi sungsang bisa dilahirkan dengan metode persalinan normal? Jawabannya, mungkin saja dilakukan. Namun persalinan normal tersebut harus benar-benar atas rekomendasi dokter. Biasanya, prosedur ini akan diizinkan jika Anda sudah pernah melahirkan secara normal.

    Persalinan normal juga bisa dijalani ketika Anda mengandung janin kembar, dan hanya salah satunya yang berada di posisi sungsang. Kasus lainnya yang mungkin terjadi adalah ketika proses melahirkan berjalan begitu cepat sebelum Anda sempat tiba di rumah sakit.

    Meski begitu, Anda harus menyadari bahwa melahirkan bayi sungsang melalui persalinan normal memiliki risiko tersendiri. Selain dapat menyebabkan cedera lebih parah pada vagina, bayi juga bisa tersangkut. Komplikasi ini mungkin terjadi mengingat ukuran kepala bayi yang lebih besar dari bagian kaki dan bokongnya.

    Melahirkan bayi sungsang secara normal pun hanya dapat dilakukan dengan bantuan tenaga medis profesional yang sudah ahli dalam menangani kasus ini. Di samping itu, fasilitas untuk operasi Caesar juga harus tersedia sebagai bentuk antisipasi.

    - Operasi caesar
    Jika Anda memang baru pertama melahirkan atau dokter merasa persalinan normal berisiko tinggi, proses persalinan kemungkinan besar harus dilakukan dengan operasi caesar. Metode ini diketahui mampu mengurangi risiko cedera, komplikasi, hingga kematian pada bayi sungsang. Ketika menghadapi proses persalinan yang sulit dan lama, tidak hanya sang ibu yang menderita. Janin juga dapat mengalami stres bahkan kehilangan nyawa.

    Maka dari itu, jangan menganggap bahwa metode caesar hanya akal-akalan dokter atau pihak rumah sakit untuk mengeruk keuntungan. Anda harus ingat bahwa tanggung jawab mereka adalah menyelamatkan ibu dan bayi. Melahirkan dengan operasi caesar dipilih semata demi mewujudkan hal tersebut.

    Apapun cara melahirkan yang nantinya akan dipilih, Anda sebaiknya berdiskusi dan berkonsultasi dengan dokter maupun pasangan sebelum memutuskannya. Hal ini untuk menimalsir risiko Anda dan bayi.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.