Mengenali Jenis Junk Food dari Makanan Sehari-hari

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi junk food. Dok. TEMPO/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi junk food. Dok. TEMPO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Junk food seringkali disamakan dengan fast food. Padahal keduanya berberda. Junk food biasanya tinggi lemak jenuh, serta gula dan sodium pada bumbu perisanya.

    Ahli gizi sekaligus co-founder salad bar Greenery, Katherin Tanujaya menjelaskan perbedaan junk food dan fast food. "Fast food adalah makanan yang disajikan dengan proses cepat, bukan berarti pasti tidak sehat," ujarnya kepada SehatQ.

    Fast food memang biasanya dijual di restoran, dengan menu yang persiapannya mudah. Ada fast food yang tergolong makanan yang tidak sehat, karena mengandung lemak jenuh dan kolesterol dari proses menggoreng. Namun, ada juga fast food yang merupakan makanan sehat. Katherin pun menyebut salad, sebagai contohnya.

    Gaya hidup dan lingkungan juga bisa membuat orang lebih memilih untuk mengonsumsi junk food. Hal ini membuat junk food sering menjadi pilihan, menggantikan makanan bernutrisi. Anda juga bisa menemukan berbagai jenis junk food hampir di setiap sudut kota.

    Anda mungkin merasa junk food lebih enak dibandingkan makanan sehat. Junk food rasanya lezat karena memang mengandung banyak lemak, gula dan garam. Makanan ini tinggi kalori, tapi malah rendah kandungan nutrisi penting, seperti protein, serat, vitamin dan mineral. Berikut ini makanan junk food, yang sudah tak asing lagi bagi Anda.

    1. Roti
    Roti yang dibuat dari tepung terigu bisa dikategorikan sebagai junk food. Terigu merupakan gandum yang digiling dengan menghilangkan bagian bernutrisi, yaitu kulit ari dan bakal biji, untuk menghasilkan tekstur yang halus. 

    2. Sereal untuk sarapan
    Biasanya terbuat dari gandum, oat, beras atau jagung, makanan untuk sarapan yang banyak disukai anak-anak ini rasanya enak, karena ternyata tinggi kandungan gula. Namun, sereal ini ternyata rendah serat.

    3. Gorengan dan makanan yang dibakar dalam waktu lama
    Menggoreng dan membakar adalah metode memasak yang tidak sehat, apalagi dengan waktu memasak yang lama. Kandungan kimia penyebab kanker dan penyakit jantung juga bisa terbentuk pada suhu tinggi.

    4. Kue, biskuit dan pastry
    Makanan jenis ini biasanya dijual dalam bentuk kemasan. Makanan-makanan manis ini umumnya dibuat dari terigu dengan tambahan gula, dan mentega yang mengandung lemak jenuh, serta bahan pengawet.

     

    Sering mengonsumsi junk food bisa mengakibatkan obesitas dan penyakit lainnya di kemudian hari, karena tubuh kekurangan nutrisi. Terlalu banyak mengonsumsi junk food juga ternyata bisa memicu gangguan psikologis seperti masalah emosional dan kepercayaan diri.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.