Mitos atau Fakta Renang Saat Haid Bikin Kolam Tercemar ?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berenang. thecelebrityauction.co

    Ilustrasi wanita berenang. thecelebrityauction.co

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa wanita merasa khawatir saat renang dalam kondisi haid. Renang saat haid sah-sah saja dilakukan, asalkan menggunakan tampon atau menstural cup, bukan pembalut.

    Kekhawatiran seperti membuat air kolam renang berwarna merah tidak perlu dipusingkan. Berenang saat haid bukan berarti tidak higienis atau Anda “mencemari” air kolam renang yang digunakan bersama dengan orang lain. Sangat kecil kemungkinan darah haid akan keluar dari vagina dan mengenai air kolam renang.

    Berikut ini mitos atau fakta seputar berenang saat haid.

    1. Mitos: berenang saat haid bisa mencemari air kolam
    Faktanya, selama Anda menggunakan tampon atau menstrual cup darah haid tidak akan mencemari air kolam renang. Jika keluar pun, kolam renang telah diberi klorin untuk melindungi perenang dari penyebaran penyakit dari cairan seperti keringat atau urine. Berenang saat haid bukan berarti mengancam kesehatan orang lain. Hanya saja, direkomendasikan untuk menggunakan tampon atau menstrual cup daripada pembalut sekali pakai. Alasannya tentu untuk kenyamanan Anda sendiri.

    2. Mitos: darah haid akan membuat air kolam renang berwarna kemerahan
    Faktanya, mustahil darah haid Anda bisa membuat air kolam renang tampak kemerahan. Tekanan dari air kolam renang justru akan menghentikan aliran darah haid Anda untuk sementara. Tekanan ini bisa berkurang saat Anda tertawa, batuk, bersin, atau bergerak.

    Meskipun tekanan berkurang sekalipun, hanya sedikit sekali darah haid yang akan dilepaskan oleh tubuh dan tidak akan terlihat secara kasat mata. Biasanya, wanita yang sedang haid akan merasakan darah haid mengalir ketika keluar dari kolam renang karena tekanan dari air tidak lagi ada.

    3. Mitos: berenang saat haid membuat wanita jadi “mangsa” predator
    Tentu mitos ini beredar dalam konteks berenang di laut lepas dan bukan di kolam renang. Faktanya, tak perlu khawatir akan kemungkinan terendus predator dan menjadi mangsa potensial mereka. Hingga kini, belum pernah ada kasus hiu menyerang wanita hanya karena sedang haid.

    The Shark Research Institute telah meneliti fakta ini selama bertahun-tahun tanpa menemukan korelasi antara menyelam atau berenang saat haid dengan hiu mencari makan.

    4. Mitos: berenang saat haid rentan mengalami infeksi
    Faktanya, sangat kecil kemungkinan seseorang mengalami infeksi vaginal akibat berenang saat haid. Keluhan yang mungkin muncul hanya infeksi kulit atau sakit perut apabila tak sengaja minum air kolam renang terlalu banyak. Memang ada kemungkinan air yang mengandung klorin di kolam renang menyebabkan infeksi jamur atau vaginosis bakter. Namun tak perlu panik, perawatan vagina yang tepat untuk kondisi ini adalah dengan langsung membilas dengan air mengalir serta tidak terlalu lama mengenakan baju renang basah.

    5. Mitos: berenang saat haid membuat kram perut makin nyeri
    Faktanya, yang mungkin terjadi justru sebaliknya. Olahraga dengan intensitas rendah seperti berenang dapat meredakan kram perut saat haid. Logikanya, saat berolahraga tubuh akan menghasilkan endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.

    6. Mitos: wajib pakai pembalut ketika berenang saat haid
    Pembalut sekali pakai justru membuat Anda merasa tidak nyaman. Pembalut didesain dapat menyerap cairan dengan sangat cepat dan ketika masuk ke kolam renang, sangat besar kemungkinan pembalut menjadi super tebal bahkan tidak lagi bisa menempel ke celana dalam.

    Lebih amannya, gunakan menstrual cup yang terbuat dari bahan silikon sehingga tidak menyerap air. Anda bisa mengganti menstrual cup sesaat sebelum berenang sehingga tetap aman dan tidak bocor meski berenang dengan berbagai gaya.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.