7 Tips Mencegah Mual Setelah Olahraga

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga berlebihan. shutterstock.com

    Ilustrasi olahraga berlebihan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain tubuh merasa bugar dan rileks setelah olahraga juga bisa mengalami mual. Terutama jika memaksakan diri untuk berolahraga secara berlebihan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk para pemula dalam olahraga, orang yang sudah terbiasa berolahraga, bahkan atlet.

    Mual setelah berolahraga disebabkan aliran darah yang lebih banyak mengalir ke otot, sehingga saluran cerna kurang mendapat aliran darah sehingga terjadilah rasa tidak nyaman di saluran cerna. Selain itu dapat pula disebabkan oleh dehidrasi pengosongan lambung yang terlambat dan kurangnya elektrolit tubuh.

    Berikut ini beberapa cara untuk mencegah mual usai olahraga

    1. Lakukan pemanasan dan pendinginan

    Olahraga yang dimulai dan diakhiri dengan tiba-tiba dapat memicu timbulnya rasa mual setelah olahraga. Sama seperti otot dan persendian, organ tubuh bisa saja tersentak saat Anda mulai atau berhenti olahraga secara mendadak. 

    Oleh sebab itu, Anda sebaiknya tak melewatkan tahap pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan sesudahnya. Selain mencegah mual, pemanasan bertujuan meregangkan otot dan pendinginan akan meredakan denyut jantung yang cepat. Dengan ini, Anda pun terhindar dari cedera. 

    2. Makan beberapa jam sebelum olahraga
    Saat berolahraga, darah akan mengalir ke otot-otot dan organ-organ tubuh penting yang bekerja keras. Misalnya, jantung, paru-paru, dan otak. Sementara organ pencernaan akan mengalami kekurangan aliran darah. Sebagai akibatnya, proses cerna akan melamban. Bila Anda makan terlalu kenyang atau jaraknya terlalu dekat dengan jadwal olahraga, perut Anda bisa terasa tidak nyaman, bahkan mual. Pasalnya, sistem pencernaan tidak memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan tersebut. 

    Untuk mencegah mual setelah olahraga, Anda bisa melahap camilan sehat yang mengenyangkan pada dua hingga tiga jam sebelum berolahraga. Ingat, porsinya juga jangan berlebihan. Dengan mengonsumsi makanan sehat beberapa jam sebeum berolahraga juga akan menjamin Anda memiliki energi yang cukup ketika berolahraga. Langkah ini akan membuat kadar gula dalam darah Anda tetap stabil.

    3. Perhatikan jenis makanan Anda sebelum berolahraga
    Menyambung dengan poin sebelumnya, Anda juga perlu memerhatikan jenis makanan yang masuk ke perut Anda sebelum berolahraga. Anda bisa melahap makanan sehat yang sarat ptorein dan karbohidrat sebagai penambah energi untuk berolahraga. Roti gandum panggang dengan buah pisang, atau jus alpukat dengan oatmeal termasuk beberapa contohnya.

    Hindari makan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi. Misalnya, gorengan atau rendang. Makanan jenis ini butuh waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga lebih berpotensi memicu gangguan pencernaan. Makanan berlemak dan berminyak juga dapat merangsang tubuh untuk melepas cairan empedu yang membantu dalam mencerna lemak. Hal ini bisa meningkatkan kadar asam lambung dan memperburuk kondisi mual sesudah olahraga. 

    Di samping itu, jauhi pula jenis makanan dan minuman lain yang berisiko meningkatkan gangguan pencernaan. Contohnya, makanan pedas dan asam, serta minuman berkafein. Jenis bahan pangan ini dapat menyebabkan mual dan muntah. 

    4. Cukup minum air putih
    Cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh, setidaknya satu jam sebelum berolahraga. Saat olahraga, tubuh Anda akan mengeluarkan banyak keringat sehingga butuh asupan cairan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Jangan lupa juga untuk tetap minum air putih sebanyak 200 ml tiap 10-20 menit selama berolahraga. Minuman olahraga (sports drink) pun mungkin tidak Anda butuhkan.

    Konsumsi sports drink umumnya hanya diperlukan untuk mengganti elektrolit tubuh saat Anda melakukan olahraga dengan intensitas tinggi selama 45-60 menit.  Ingatlah bahwa Anda juga sebaiknya tidak minum air terlalu banyak sebelum olahraga. Asupan cairan yang berlebihan justru dapat menurunkan kadar elektrolit dalam tubuh Anda. Penurunan elektrolit tubuh kemudian berujung pada kandungan natrium dalam darah yang rendah, sehingga timbul rasa mual setelah olahraga. 

    5. Berolahraga saat cuaca tidak terlalu panas
    Cuaca dan tempat yang panas dapat membuat Anda merasa lelah, bahkan mengalami heatstroke. Anda juga lebih rentan terkena dehidrasi. Kelelahan, heatstroke, serta dehidrasi dapat menimbulkan gejala berupa mual setelah olahraga. Karena itu, Anda tidak disarankan untuk berolahraga di siang hari saat matahari sedang terik-teriknya. 

    6. Lakukan olahraga sesuai kemampuan

    Olahraga memang dapat memberikan manfaat yang baik bagi tubuh. Kendati demikian, aktivitas fisik ini sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan Anda. Jika  olahraga secara berlebihan tidak hanya akan membuat Anda kelelahan, tetapi juga memicu mual, pusing, hingga pingsan. Parahnya, memaksakan tubuh untuk berolahraga melebihi kemampuan bisa membuat otot dan sendi menjadi tegang, bahkan mengalami cedera.

    Untuk mencegahnya, lakukan olahraga sesuai kemampuan dan stamina Anda. Bila ingin menambah intensitasnya, terapkan secara bertahap. Jika Anda mulai lelah, berhentilah dan jangan paksa tubuh Anda untuk terus berolahraga.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.