4 Jenis Salep yang Tepat untuk Mengatasi Eksim

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi eksim pada kulit. sciencephoto.com

    Ilustrasi eksim pada kulit. sciencephoto.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah kulit berupa gatal-gatal, kemerahan, kering, bersisik dan pecah-pecah disebut eksim atopik. Biasanya dialami oleh balita, namun juga bisa muncul di usia dewasa. 

    Bagian kulit yang paling umum terkena eksim adalah di tangan, lipatan siku, belakang lutut, wajah, dan kulit kepala. Penyakit yang kerap disebut dermatitis atopik ini merupakan penyakit kronis. Ada periode di mana gejala-gejalanya sangat ringan atau menghilang, dan ada periode di mana gejala kambuuh dan menjadi parah.

    Rasa gatal akibat eksim atopik bisa mengganggu aktivitas dan kualitas hidup penderitanya. Pasalnya, bagian kulit yang gatal akan menjadi makin gatal ketika digaruk.  Pada akhirnya, kemunculan rasa gatal dan menggaruk menjadi lingkaran setan yang memperparah kondisi kulit.  Gatal yang tidak tertahankan bisa menyebabkan penderita terus menggaruk hingga kulitnya terluka dan terkena infeksi sekunder. 

    Eksim atopik juga dapat mengganggu penampilan. Saat kambuh, kulit yang terkena eksim akan tampak kemerahan, kering, dan bersisik. Saat gejala menghilang pun, seringkali tersisa noda-noda gelap di area kulit tersebut. Untungnya, noda-noda gelap bekas eksim ini akan menghilang sendiri setelah beberapa waktu. 

    Penyakit eksim atopik kronis terkadang membuat penderitanya frustrasi dan stres karena tak bisa sembuh total. Saat berkonsultasi dengan dokter, biasanya ada empat tujuan pengobatan yang ditetapkan bagi penderita eksim. Mulai dari mengurangi rasa gatal, memulihkan kondisi kulit, mencegah kekambuhan, dan menghindari risiko infeksi.

    Pengobatan yang diberikan oleh dokter bisa saja berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung dari usia dan riwayat kesehatan pasien, tingkat keparahan gejala eksim, dan hal-hal lain yang dipertimbangkan oleh dokter. 

    Jika digunakan sesuai petunjuk dokter, obat-obatan dan salep eksim yang diresepkan umumnya manjur untuk meredakan gejala-gejala penyakit kulit ini. Meski begitu, penderita mungkin saja tidak langsung cocok dengan satu langkah pengobatan, sehingga perlu terus bekerja sama dengan dokter sampai menemukan jenis atau kombinasi pengobatan yang tepat.

    Berikut ini jenis salep eksim yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi gejala pada penderita eksim.

    1. Salep obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
    Salep ini dapat digunakan untuk mengatasi eksim dengan gejala ringan hingga sedang. Mengoleskan antiinflamasi nonsteroidsebanyak dua kali sehari pada area kulit yang terkena eksim tergolong efektif dalam mengatasi peradangan sekaligus memulihkan kondisi kulit sampai kembali normal. 

    2. Salep kortikosteroid
    Salep ini mengandung hidrokortisone yang bertujuan meredakan gatal-gatal serta mengurangi peradangan. Kadar bahan aktif dalam salep ada yang rendah sampai tinggi. Salep eksim dengan kandungan kortikosteroid yang rendah biasanya dijual bebas dan bisa digunakan untuk mengatasi eksim ringan. Tetapi salep dengan kandungan kortikosteroid tinggi hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. 

    3. Salep antibakteri
    Menggaruk-garuk kulit yang gatal karena eksim bisa menyebabkan luka dan infeksi bakteri. Salep antibakteri yang mengandung antbiotik kemudian diresepkan untuk mengatasi infeksi kulit karena bakteri yang masuk pada luka tersebut.

    4. Salep yang mengandung tacrolimus
    Salep ini digunakan pada penderita eksim dengan gejala sedang hingga parah. Penggunaannya harus dengan resep dokter karena ada efek samping berupa meningkatnya risiko kanker kulit. 

    Selain salep eksim, dokter juga bisa meresepkan obat-obatan oral (minum) dan suntik bagi penderita eksim yang parah atau penderita dengan gejala yang tidak membaik setelah diobati secara topikal (oles). Apa pun jenis pengobatan yang Anda pilih untuk mengatasi eksim dan gejalanya, Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dulu. Penderita juga bisa melakukan pencegahan kambuhnya eksim dengan menjaga kelembapan kulit, mengenali faktor pencetus gejala eksim, dan sebisa mungkin menghindarinya.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.