Mitos Ibu Hamil Tak Boleh Makan Durian, Ini Faktanya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil berpikir. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil berpikir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pantangan yang cukup populer saat hamil adalah larangan makan durian. Ketika Anda dinyatakan hamil, sebaiknya tidak langsung merasa harus terpisah dari durian hingga 36 pekan ke depan. Sebenarnya, ibu hamil boleh saja makan durian, asalkan tetap dalam batas yang aman.

    Baca juga: Tak Hanya Ibu Hamil, Orang Haid Juga Bisa Ngidam

    Kandungan nutrisi buah durian begitu melimpah seperti zat besi, folat, kalsium, fiber, zinc, karoten, magnesium, potasium, thiamin, gula, vitamin A, C, serta E. Meski demikian, tak sedikit orang yang melabeli durian dengan sebutan ‘penyakit’ karena ada kandungannya yang kurang ramah bagi tubuh. 

    Dalam 1 kilogram durian saja, terdapat 1,350 kalori, hampir 70 persen dari kebutuhan kalori harian tubuh orang dewasa. Belum lagi kandungan lemaknya. Dalam setiap irisannya, durian mengandung 13 gram lemak. The American Journal of Clinical Nutrition pada Oktober 1994 lalu menyebut bahwa makanan atau buah tinggi lemak justru tidak memenuhi nutrisi dibandingkan dengan makanan tinggi karbohidrat.

    Itulah mengapa durian bukan buah yang cocok dikonsumsi orang yang sedang diet. Di sisi lain, kandungan protein durian sangat rendah, hanya sekitar 3,5 gram di tiap irisannya atau hanya 4 persen dari seluruh kandungan durian!

    Sejatinya, tidak ada pantangan bagi ibu hamil makan durian. Tapi, tetap ingat rumus utamanya: jangan berlebihan. Semua yang berlebihan tidaklah baik. Jika ibu hamil makan durian secukupnya, dia bisa mendapat manfaat bagi tubuh seperti antioksidan, antibakteri, dan antijamur yang bermanfaat bagi kehamilan.

    Meski demikian, durian ini merupakan buah dengan kadar glikemik sangat tinggi. Ibu hamil yang memiliki diabetes gestasional– diabetes yang terjadi saat hamil – sebaiknya menghindari durian karena kandungan gulanya yang tinggi. Memang diabetes gestasional ini akan mereda dengan sendirinya setelah melahirkan, namun periode mengandung selama 9 bulan tentu harus tetap dijaga. Jika gula darah berlebihan, bukan tidak mungkin bisa terserap bayi melalui plasenta dan menimbulkan komplikasi pada bayi.

    Ketika bayi terpapar gula darah lewat plasenta, ia akan tumbuh besar, lebih besar dari seharusnya dan menyulitkan proses persalinan. Selain itu, ada ancaman masalah kesehatan jika bayi lahir nanti, seperti rendah gula derah atau hipoglikenia, hingga penyakit kuning atau jaundice saat bayi baru lahir, biasanya karena lahir prematur. 

    Artinya, boleh tidaknya ibu hamil makan durian sangat erat kaitannya dengan kondisi tiap individu. Tapi selain pertimbangan kandungan durian yang tinggi gula dan lemak, ada banyak mitos yang berkaitan dengan ibu hamil makan durian. Misalnya, makan durian akan membuat janin terasa panas. Tentu saja, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan mitos ini benar adanya.

    Mitos-mitos lain biasanya terkait dengan tekanan darah tinggi hingga ruam popok pada bayi baru lahir apabila ibunya makan durian semasa mengandung. Lagi-lagi, tidak ada alasan ilmiah yang bisa membenarkan hal ini. Hal yang harus diwaspadai adalah apabila sang ibu hamil menderita diabetes gestasional atau memiliki riwayat penyakit diabetes dan bijak dalam mengonsumsinya. Bagi setiap ibu hamil, batasan makan durian tentu berbeda bergantung pada kondisi mereka masing-masing.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.