Saran Psikolog Agar Tidak Terjerumus Prostitusi Online

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi/pelacuran. China Photos/Getty Images

    Ilustrasi prostitusi/pelacuran. China Photos/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaya hidup kerap diidentikkan dengan imej komunitas atau kelas sosial. Bila kita tergabung di suatu komunitas, timbul perasaan akan mudah diterima saat mengenakan busana, tas, sepatu, atau kendaraan yang sama seperti orang lain. Namun kenyataannya, belum tentu kondisi pekerjaan, keluarga, atau suami mampu menyokong kebutuhan gaya hidup seperti itu.

    Baca juga: Sebab Prostitusi Online Termasuk Kekerasan terhadap Perempuan

    Psikolog klinis di PT Kasandra & Associates, Widiawati Bayu, mengatakan stimulasi dari luar, seperti teman atau rekan kerja memang salah satu faktor yang mempengaruhi cara berpikir dan bersikap setiap individu. "Akan tetapi, self-control dapat menjadi penentu setiap keputusan yang diambil. Apakah itu baik untuk diri dan keluarga. Seharusnya pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan muncul ketika digoda untuk berbuat di luar norma dan agama, tidak hanya prostitusi online,” ujarnya kepada Tempo, Selasa 8 Januari 2019.

    Menurut Widiawati, perempuan yang tergoda atau terjerumus prostitusi online dari sisi kebutuhan gaya hidup dapat terhindar sejak awal, bila menguatkan bekal kekuatan dari dalam diri. Berikut gaya hidup yang disarankan oleh Widiawati.

    #1. Tanamkan Kata Proses
    Pola asuh anak sejak dini yang menerapkan proses dalam hal apa pun akan terbawa menjadi kebiasaan di kala dewasa. Ketika harus membeli sesuatu saat anak-anak harus menabung atau berprestasi terlebih dulu. Saat memasuki masa kuliah ingin mengoleksi sesuatu, orang tua bisa men-challenge jiwa entrepreneurship atau kemampuan berkarya si anak.

    Bila itu sudah diterapkan dan si anak tetap terjerumus, ini menandakan kurang lekatnya kata proses dalam berpikir dan bertindak. Mari kita tanam kata proses dalam hidup dan tidak ada jalan pintas dalam meraih sesuatu.

    #2. Pribadi Tangguh
    Tangguh yang dimaksud di sini cukup luas definisinya. Tangguh dalam percaya diri, tidak perlu minder ataupun merasa berbeda dari segi materi. Gaya hidup itu yang menentukan bukan sekelompok orang, melainkan diri sendiri. Hal-hal yang bersifat materi itu bisa dimiliki beragam orang dengan mengandalkan kekuatan finansial. Tetapi kemampuan diri dan kepribadian adalah hal yang tidak bisa diperjualbelikan atau ditandingi di dunia.

    Selain itu, tangguh pula dalam memilih teman. Tidak perlu takut untuk tampil apa adanya, bila kondisi tidak sama dengan teman atau komunitas. Jangan merasa ketika sudah berada di status level tertentu, harus berperilaku dan bergaya seperti yang ditetapkan oleh orang lain. Jika komunitas atau teman memaksakan harus sama seperti mereka, sebaiknya tangguh pula dalam menolak dan menjauhinya. Pilihlah teman yang mendukung potensi-potensi diri Anda.

    #3. Budayakan Berpikir Jernih
    Dalam keadaan terdesak, kejernihan pikiran kerap dikalahkan oleh godaan kesenangan sesaat atau jalan pintas mudahnya memperoleh sesuatu. Setiap kali mengambil keputusan dalam kondisi terdesak, jernihlah dalam berpikir.

    Apakah ini akan merusak karier yang sudah dibangun sejak lama? Apakah ini berdampak buruk kepada keluarga? Apakah ini bertentangan dengan agama? Teruslah bertanya kepada diri sendiri. Selalu budayakan berpikir jernih dalam bersikap, bertutur, hingga bermain media sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.