Bahaya Produksi ASI yang Tertunda, Bayi Dehidrasi dan Menguning

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menyusui. MomTricks

    Ilustrasi menyusui. MomTricks

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika pasokan air susu ibu atau ASI rendah karena keterlambatan dalam produksi, bayi bisa merasa dan frustrasi. Jika keterlambatan itu hanya sebentar tentu tidak menjadi masalah.

    Namun, jika semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI, hal ini bisa berbahaya bagi bayi. Jika bayi menunjukkan tanda dehidrasi, penyakit kuning atau adanya penurunan berat badan yang berlebihan, segera hubungi dokter.

    Artikel lain:
    Cara Memberikan ASI Perah yang Tepat untuk Bayi
    Mau Sukses Berikan ASI, Bunda Ayah Bacalah Tips Berikut
    Strategi agar Produksi ASI Berlimpah

    Ibu perlu waspada jika bayi menunjukkan gejala ini, seperti dilansir Very Well.

    -Bayi terlihat lapar terus menerus setelah menyusui.
    -Bayi terus melekat di payudara.
    -Menangis
    -Frustrasi
    -Rewel
    -Jumlah buang air kecil sedikit
    -Frekuensi buang air besar menurun
    -Jaundice, penyakit kuning
    -Berat badan menurun
    -Dehidrasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.