Strategi agar Produksi ASI Berlimpah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta – Produksi ASI sama seperti hukum permintaan dan penawaran. Semakin banyak kebutuhannya, kian banyak pula yang diproduksi. Keberhasilan utama seorang ibu memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayi jika dia berpikir positif produksi ASI-nya cukup buat buah hatinya.

    Selain keyakinan, ada beberapa strategi yang mesti diterapkan untuk menunjang peningkatan pasokan ASI. Semakin sering ASI dikeluarkan selama tahap awal menyusui akan membantu pasokannya.

    Terapkan juga beberapa kebiasaan untuk meningkatkan pasokan ASI seperti dikutip dari laman Young Parents:

    1. Pompa ASI lebih awal
    Pompa ASI setelah melahirkan sesegera mungkin. Neonatologist Natalie Epton menyarankan agar para ibu memompa ASI setelah merasa kondisi tubuhnya lebih baik selepas melahirkan.

    2. Waktu yang tepat
    Persediaan ASI lebih maksimal di pagi hari dan berkurang pada siang dan sore hari. Solusinya, pompa ASI atau stimulasi produksi ASI sekitar pukul 07.00-10.00 Jika Anda memompa ASI setelah menyusui si kecil, pompa lagi sekitar 5 menit pada setiap sisi payudara. Atau pompa ASI minimal 10 menit pada setiap sisi payudara jika sebelumnya tidak menyusui si kecil.

    3. Pijat payudara
    Ketika baru mulai memompa ASI, Natalie menyarankan agar berganti payudara setiap 5 menit agar puting tidak terasa sakit. Selalu pijat payudara sebelum dan selama memompa ASI untuk mencegah sumbatan. Pijat dari bagian atas terluar payudara ke arah ketiak.

    4. Coba alat pompa ASI yang berbeda
    Sebagian ibu lebih cocok menggunakan alat pompa manual. Sebagian lain lebih suka alat pompa elektrik karena lebih cepat memompa meski harganya lebih mahal. Pilih yang cocok untuk Anda.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Omega 3, Nutrisi Penangkal Polusi Udara
    Perhatikan Komposisi dan Waktu Sarapan Anak

    Superfertation, Kehamilan Ganda dengan Usia Janin yang Berbeda



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.