Rabu, 12 Desember 2018

Membenci Sesuatu, Jangan Sampai Anak Meniru

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak laki-laki bercerita pada ibunya. cdn.com

    Ilustrasi anak laki-laki bercerita pada ibunya. cdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seluruh gerak gerik orang tua menjadi acuan anak dalam bersikap. Rasa benci pada sesuatu yang ditunjukan di depan anak bukan tidak mungkin diikuti pula dalam keseharian anak.

    Psikolog anak Anastasia Satriyo mengatakan bahwa orang tua perlu menjauh dari jangkauan anak saat berbicara bersama teman tentang sesuatu yang tidak disukai, termasuk pada seseorang.

    Artikel lain:
    Alasan Orang Tua Wajib Menanamkan Kebiasaan Baik pada Anak
    4 Manfaat Orang Tua Memeluk Anak

    "Jangan sampai kebencian terhadap sesuatu, termasuk pada seseorang, diketahui anak, sebaiknya tidak diketahui anak. Dia juga akan mengikuti sikap kita meskipun dia tidak tahu kenapa tidak suka," kata Anastasia.

    Secara psikologis, anak akan mengikuti sikap apa pun yang dilihatnya dalam lingkungan keseharian, termasuk dari orang tua walau sejatinya anak tidak memiliki penilaian tertentu terhadap apa yang dilihat.

    Menurut Anastasia, sebuah sikap akan diketahui anak melalui sikap yang ditampilkan orang tua. Dari penilaian tersebut, anak memberikan semacam kesimpulan sikap apa yang harus ditunjukkan.

    Baca juga:
    Dampak Menerapkan Aturan Ketat pada Anak Perempuan
    Anak Alami Kekerasan, Ini Tandanya  

    "Orang dewasa perlu sadar untuk tidak menularkan rasa kebencian terhadap satu kelompok, satu tokoh, satu golongan, atau satu partai. Karena itu, sangat sulit untuk dicerna anak," ujarnya.

    Di samping itu, jika anak bertanya tentang seseorang yang dianggap tidak baik, orang tua harus menjelaskan dengan halus, tidak menunjukkan kebencian atau ketidaksukaan terhadap sesuatu.

    "Orang dewasa harus sadar bahwa kebencian dan ketakutan itu ditularkan," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.