Bahaya Mencampur Madu dengan Daging dan Lobak, Cek Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi madu. Holliejean.com

    Ilustrasi madu. Holliejean.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Madu  digunakan banyak orang sebagai pemanis alami. Selain memiliki rasa yang manis, madu juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti melancarkan pencernaan, meredakan batuk, hingga menurunkan berat badan.

    Banyak orang sering mencampur madu dengan berbagai makanan dan minuman untuk menambah rasa manis. Namun, ternyata ada beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dicampur dengan madu karena dianggap dapat berbahaya bagi kesehatan. Berikut tiga di antaranya.

    Artikel lain:
    10 Khasiat Madu untuk Kesehatan dan Kecantikan
    5 Resep Madu yang Bisa Usir Rasa Lelah dan Stres

    #Lobak
    Kombinasi antara lobak dengan madu dapat membentuk zat beracun dalam tubuh. Karena itu, ada baiknya untuk menghindari kombinasi keduanya. Apalagi jika Anda tipikal orang yang menyukai tambahan lobak pada salad dan sering menjadikan madu sebagai tambahan untuk salad.

    ADVERTISEMENT

    #Air panas
    Banyak orang biasanya mengonsumsi air panas untuk meredakan sakit tenggorokan. Seperti yang kita tahu, madu juga sering dimanfaatkan sebagai obat pereda batuk. Namun, mencampurkan madu pada air panas justru dapat membahayakan kesehatan karena meningkatkan jumlah hydroxymethyl furfuraldehyde (HMF) sehingga toksik dalam tubuh juga turut meningkat.

    Baca juga:
    Nana Mirdad Pakai Madu Buat Obat Jerawat
    Nana Mirdad Jaga Kesehatan Keluarga dengan Madu

    Daging
    Menurut konsep Ayurveda, madu dan daging adalah kombinasi makanan yang dilarang untuk dikonsumsi. Kombinasi tersebut dapat memicu berbagai masalah kesehatan. karena itu, ada baiknya untuk tidak menambahkan madu saat memanggang daging. 

    TEEN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...