Senin, 10 Desember 2018

Nana Mirdad Jaga Kesehatan Keluarga dengan Madu

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nana Mirdad saat ditemui dalam acara Manuka Health di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018 (ANTARA News/Anggarini Paramita)

    Nana Mirdad saat ditemui dalam acara Manuka Health di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018 (ANTARA News/Anggarini Paramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Aktris Nana Mirdad hidup sehat menjadi prioritas dalam keluarganya. Salah satunya adalah memberikan pengobatan alami saat kondisi menurun. 

    Baca juga: Nana Mirdad Usir Jerawat dengan Cara Alami

    Pemilik nama lengkap Hanna Natasya Maria Mirdad ini mengatakan ia termasuk yang mengurangi pemakaian obat-obatan. “Saya ini tipe yang takut dengan obat-obatan. Jadi, kalau nggak gawat sekali, ya saya pakai yang natural,” ujar Nana saat berbincang usai acara Manuka Health di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018. 

    Kakak pesinetron Naysila Mirdada ini menceritakan saat sang suami Andrew White sakit, ia menggunakan madu untuk mengobatinya. “Andrew kemarin itu sakit tenggorokan. Aku jarang kasih obat. Aku kasih dia teh panas yang dicampur satu sendok madu. Itu bisa nge-boosting tidur nyenyak,” jelas Nana.

    Madu memang memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan. Komposisi madu membuatnya baik untuk dijadikan antiseptik dan antibakteri. Madu juga manjur mengatasi masalah di tenggorokan sehingga akhirnya menjadi campuran obat batuk. Madu dengan campuran lemon dan air panas, diminum saat perut kosong, bisa meningkatkan metabolisme dan melancarkan buang air.

    Ibu dari Jason Deandra White dan Sarah Deana White ini juga menggunakan madu untuk menambah energi. “Biasanya aku kasih teh hangat dicampur madu di pagi hari agar tubuh anak itu berenergi,” kata Nana. Ia melanjutkan,“Agar tidur malam berkualitas, aku berikan madu di susu hangat supaya kualitas tidur mereka lebih bagus.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.