Dampak Buruk Terlalu Sering Memuji Kepintaran Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak pertama kali anak Anda mengucapkan kata pertamanya, Anda akan memberikan pujian tentang kepintarannya. Begitu juga saat dia belajar menghitung sampai 10 atau menuliskan namanya. Tapi memuji anak dengan mengatakan “kamu pintar sekali,” terlalu sering dapat berdampak buruk.

    Baca juga: Ajarkan Anak Menabung dengan 6 Kiat Berikut

    Menurut sebuah penelitian dalam Psychological Science, anak-anak cenderung berbuat curang jika Anda mengatakan bahwa mereka cerdas, seperti dikutip dari Todays Parent. Para peneliti termasuk Kang Lee dari Dr. Eric Jackman Institute of Child Study di University of Toronto, Kanada melakukan riset terhadap 300 anak berusia antara tiga dan lima tahun. Anak-anak kemudian diberi tahu untuk menebak apakah kartu itu memiliki angka lebih tinggi atau lebih rendah dari enam.

    Pada tahap awal, beberapa anak diberi tahu bahwa mereka "sangat cerdas" saat mendapat jawaban dengan benar, sementara yang lain diberitahu bahwa mereka "melakukannya dengan baik saat ini" atau sama sekali tidak dipuji. Di tahap berikutnya, para penguji tersebut meninggalkan ruangan dan menyuruh setiap anak untuk tidak melihat kartu itu. Anak-anak yang diberi tahu bahwa mereka pintar lebih cenderung mengintip saat mereka mengira tidak ada yang melihat.

    ADVERTISEMENT

    Peneliti menyimpulkan bahwa anak-anak mengetahui perbedaan antara menjadi pintar dan melakukan sesuatu yang cerdas. Ketika orang dewasa memuji kemampuan bawaan anak-anak mereka daripada penampilan tunggal mereka, itu membuat mereka cenderung ingin menjunjung tinggi persepsi positif tentang kecerdasan mereka dan bersedia menipu untuk melakukannya.

    Ini bukan pertama kalinya para peneliti menemukan dampak negatif yang terkait dengan memuji kepintaran anak-anak. Sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa memberi tahu anak-anak bahwa mereka cerdas telah meruntuhkan motivasi mereka untuk mencapainya di masa depan.

    Tidak ada salahnya memberi pujian kepada anak Anda saat dia melakukan pekerjaan yang baik. Tapi pujian yang berfokus pada kemampuan atau karakternya bisa menimbulkan banyak tekanan bagi anak-anak untuk menjalani pujian itu. Sebaiknya berikan pujian kepada anak-anak atas usaha mereka.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.