Anak Suka Pilih-pilih Makanan, Awas Kurang Gizi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dengan stunting. nyt.com

    Ilustrasi anak dengan stunting. nyt.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi anak pilih-pilih makanan disebut dengan picky eater dan biasa ditemukan ketika anak memasuki masa prasekolah. Jika masalah ini terus berlanjut, anak akan mengalami gagal pertumbuhan atau stunting.

    Picky eater bisa menjadi gejala yang merugikan kesehatan anak apabila tidak segera diatasi. Hal ini bisa membuat anak kekurangan asupan gizi yang selanjutnya menyebabkan gizi buruk. Anak stunting akan lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

    Artikel lain:
    Saran Ahli Agar Asupan Gizi Anak Seimbang
    Gizi Buruk pada Si Kecil, IQ Rendah Mengintai

    Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6 persen di atas batasan yang ditetapkan WHO (20 persen) dan menduduki peringkat kelima dengan anak gizi buruk di dunia.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Profesor Rini Sekartini, SpA, picky eater merupakan gangguan perilaku makan pada anak yang berhubungan dengan perkembangan psikologis tumbuh kembangnya. Hal ini ditandai dengan keengganan anak mencoba jenis makanan baru (neofobia), pembatasan terhadap jenis makanan tertentu, terutama sayur dan buah, dan secara ekstrem tidak tertarik terhadap makanan dengan berbagai cara yang dilakukan.

    "Anak yang suka pilih-pilih makanan atau hanya mau makanan tertentu sering disebut picky eater. Sebagian besar ibu mungkin anaknya pernah mengalaminya. Anak biasanya hanya mau makan makanan tertentu, sering tutup mulut menolak makanan yang diberikan, bahkan sampai nangis terus-menerus," ujar Rini.

    Picky eater juga ditandai dengan pertumbuhan tubuh terhenti, perubahan perilaku, lesu, kehilangan selera makan, dan kekurangan berat badan. Kondisi ini tentu bisa mengganggu kesehatan anak.

    Baca juga:
    Air Putih Bisa Bikin Bayi Kurang Gizi
    Pretzel, Cemilan Anak yang Penuh Gizi

    Sayangnya, banyak orang tua yang salah kaprah menyiasati picky eater dengan memberikan susu sebagai solusi. Padahal, susu sebetulnya hanya sebagai pelengkap.

    "Setelah 6 bulan, ditambahkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) sebagai pelengkap karena kebutuhan anak meningkat. Setelah 1 tahun anak dapat diberikan makanan keluarga, berupa nasi lauk pauk, sayur dan buah plus susu sebagai pelengkap," tutur Rini.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.