Gizi Buruk pada Si Kecil, IQ Rendah Mengintai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com

    Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayi yang kekurangan nutrisi atau bergizi buruk pada 1.000 hari pertama kehidupannya akan memiliki kemampuan intelektual atau IQ lebih rendah 10 poin dibanding anak normal yang gizinya terpenuhi, kata dokter spesialis anak Damayanti Rusli Sjarif.

    Damayanti yang merupakan dokter anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan di Jakarta, Senin, pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan terbagi 270 hari pada masa kandungan dan 730 hari setelah melahirkan hingga usia dua tahun.

    Damayanti juga menjelaskan penelitian yang menyebutkan bahwa seseorang pada usia 40 tahun yang pernah mengalami kurang gizi atau gizi buruk semasa anak-anak 65 persennya memiliki IQ hanya 90 atau setara anak SMP dan 20 persen memiliki IQ 70 yang termasuk gangguan mental ringan.

    Tidak terpenuhinya gizi janin hingga bayi usia dua tahun juga bisa menyebabkan kekerdilan atau stunting pada anak.

    Damayanti menjelaskan stunting berpengaruh pada kemampuan kognitif yang menghambat pertumbuhan tulang hingga otak anak. Anak yang stunting akan memiliki masalah pada memorinya, masalah dalam pelajaran dan juga sensor motoriknya.

    Dia menuturkan anak yang mengalami kekurangan gizi kondisinya masih bisa diperbaiki dengan memberikan asupan yang cukup nutrisi.

    Namun Damayanti menerangkan anak yang pernah kekurangan gizi kemampuannya tetap tidak bisa melebihi anak dengan gizi terpenuhi.

    Anak yang mengalami kekerdilan juga berpotensi mengalami obesitas saat dewasa dan mudah terjangkit penyakit tidak menular.

    Damayanti juga mengungkapkan masalah gizi di Indonesia ialah kekurangan gizi dan kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas.

    ANTARA


    Berita lainnya:
    Memperkenalkan Si Kecil dengan Air Sejak Dini, Apa Untungnya?
    Cita-cita Julia Perez yang Tertunda, Bangun Musala dan Lulus S2
    Mau Lolos Kerja? Riwayat Hidup Harus Unik dan Berkarakter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.