Senin, 10 Desember 2018

Ini Penyebab MIras Oplosan Bisa Bikin Buta, Masih Berani Minum?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi.

    Ilustrasi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama ini katarak dianggap sebagai penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia. Namun, siapa sangka minuman keras yang sudah dicampur dengan kandungan yang tak seharusnya dikonsumsi atau miras oplosan juga dapat menyebabkan kebutaan mendadak, bahkan permanen.

    Berdasarkan data ilmiah dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, miras oplosan biasanya dicampur dengan berbagai zat mulai dari metanol, alkohol teknis (dengan kadar etanol di atas 55 persen), obat-obatan, minuman bersoda, suplemen kesehatan, bahkan ada juga yang dicampur dengan bahan kimia.

    Artikel lain:
    Hati-hati Bermain Petasan, Mata Bisa Buta
    Deteksi Dini Glaukoma Kurangi Risiko Mata Buta

    Dokter Spesialis Mata dari RSCM yang juga Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata, M. Sidik, mengatakan dari berbagai bahan tersebut metanol yang paling berbahaya. Metanol adalah alkohol industri yang dibuat secara sintesis dan biasanya tersedia dalam konsentrasi tinggi untuk keperluan industri.

    Bila dicerna tubuh, metanol akan menjadi formaldehida atau formalin yang beracun dan berbahaya bagi kesehatan. Reaksinya dapat merusak jaringan saraf pusat, otak, pencernaan, hingga kebutaan.

    “Minum alkohol oplosan yang sudah dicampur metanol itu akan merusak saraf. Kandungannya 10 cc saja sudah menyebabkan kebutaan, kalau 30 cc itu sudah lebih parah lagi bisa membuat orang meninggal,” ujarnya.

    Baca juga:
    Terlambat Terdeteksi, Gangguan Mata Bisa Bikin Bayi Prematur Buta
    Jangan Sembarangan Menato Mata, Risikonya Infeksi dan Buta

    Menurutnya, kebutaan karena miras oplosan ini tidak bisa disembuhkan atau sifatnya permanen karena yang disasar langsung ke pusat syaraf. Apalagi biasanya penderita tidak langsung memeriksakan diri ke rumah sakit setelah munculnya berbagai gejala usai pesta miras.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.