Kanker Melanoma Banyak Menyerang Wanita Muda, Apa Sebabnya?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit orang kota. Shutterstock

    Ilustrasi kulit orang kota. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus kanker melanoma, bentuk kanker kulit paling mematikan, meningkat terutama di kalangan wanita muda. The American Academy of Dermatology dan Asosiasi Amerika Utara dari Central Cancer Registries menyatakan kanker melanoma kini adalah bentuk kanker paling umum kedua yang menyerang wanita 15-29 tahun. Lebih dari 3.000 wanita meninggal karena melanoma sejak Januari lalu hingga kini, seperti dikutip Tech Times.

    Paparan sinar matahari bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Banyak kasus melanoma disebabkan oleh orang yang berjemur demi mendapatkan kulit yang lebih gelap, padahal mereka mendapatkan dosis cahaya ultraviolet (UV) yang terkonsentrasi. "Sinar UV dari matahari dan perangkat penyamakan ruangan dapat merusak kulit. Setiap kali Anda berjemur, Anda meningkatkan risiko terkena kanker kulit," tulis US Centers for Disease Control and Prevention.

    Artikel lainnya: 
    Kiat Mengurangi Risiko Terkena Kanker Kulit Melanoma
    Memahami Berbagai Jenis Kanker Kulit
    Tahi Lalat Berubah Warna, Waspada Pertanda Kanker Kulit

    Ilustrasi Kanker Kulit. wikimedia.org

    Selain sering terpapar sinar UV, ada hal-hal lain yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit melanoma. Hal lain itu adalah beberapa perawatan kesehatan yang juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Andrew Alexis, ketua dermatologi di Mount Sinai West and Mount Sinai St. Luke's di New York, Amerika Serikat, menuturkan kondisi kesehatan dan perawatan yang menekan sistem kekebalan dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan kerusakan akibat sinar matahari. Perawatan ini termasuk terapi imunosupresan untuk psoriasis, lupus, atau kondisi rematik, dan kemoterapi.

    Tidak hanya itu, diet juga memiliki dampak besar pada risiko kanker kulit melanoma. Orang yang kekurangan vitamin B3 meningkatkan kepekaan terhadap matahari, yang berarti meningkatkan risiko kanker kulit. Nutrisi yang bagus dapat ditemukan dalam daging, kacang tanah, jamur, dan biji-bijian. Makanan tertentu, seperti limau dan seledri, juga dapat menghasilkan reaksi seperti terbakar matahari atau sunburn.  

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.