Memahami Waktu yang Tepat untuk Anak Belajar Renang

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang tua mengajarkan bayinya yang baru lahir berenang untuk pertama kalinya di Kairo, Mesir, 15 Agustus 2017. Latihan ini diberikan untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak di malam hari dan meningkatkan fleksibilitas mereka. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

    Sejumlah orang tua mengajarkan bayinya yang baru lahir berenang untuk pertama kalinya di Kairo, Mesir, 15 Agustus 2017. Latihan ini diberikan untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak di malam hari dan meningkatkan fleksibilitas mereka. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

    TEMPO.CO, Jakarta - Belajar renang untuk bayi dilancarkan oleh Anggayasti Trikanti, 39 tahun, dengan infografis melalui media sosial. Alasannya, ia tak ingin orang tua sekadar ikut tren.

    “Saya ingin orang tua mengikuti kelas ini bukan semata-mata karena ikut tren tapi karena ingin merasakan manfaatnya," tegas Anggayasti. 

    Baik anak dan orang tua memetik manfaat dari aktivitas renang ini.

     “Justru orang tua yang dapat manfaat yang sangat penting. Orang tua jadi mempelajari dan memahami karakter anaknya seperti apa,” urai wanita yang masih aktif menjadi instruktur ini. 

    Bagi orang tua yang ingin mengajak buah hatinya berenang, Anggayasti berbagi kiat. Pendampingan jadi faktor yang paling penting.

    Baca juga:
    Ingin Belajar Renang, Simak Dulu Saran Pakar Berikut
    Kiat Aman Berenang Bersama Anak Balita
    Berenang Meningkatkan Kecerdasan Bayi

    Selain itu, kebersihan dan keamanan kolam wajib jadi perhatian. Suhu air kolam sebaiknya berkisar antara 30-34 derajat celcius. Kedalamannya cukup untuk orang tua berdiri dengan nyaman.

    "Orang tua sendiri tidak perlu bisa berenang tapi pastikan belajar dengan instruktur yang berpengalaman dan bersertifikasi untuk mendapatkan pengajaran yang tepat," saran Anggayasti. 

    Anggayasti menyebut, renang pada bayi bisa mulai diperkenalkan sejak usia 3 bulan. Jika ragu, Anggayasti menyarankan orang tua berkonsultasi lebih dulu dengan dokter anak.

    “Atau misalnya orang tua ingin anaknya diimunisasi dulu karena takut anak sakit kala berada di lingkungan baru, semua kembali lagi kepada orang tuanya," kata Anggayasti.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.