Kiat Aman Berenang Bersama Anak Balita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak berenang. Shutterstock

    Ilustrasi anak berenang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengajak anak yang masih balita ke kolam renang dan beraktivitas di air boleh-boleh saja. Namun bila anak belum bisa berenang, maka tugas orang tua untuk selalu waspada dalam menjaga mereka. Lalai sekejap saja bisa berujung bahaya.

    Belajar cara pengamanan atau penyelamatan anak kecil di kolam renang juga dianjurkan buat para orang tua. Pemahaman soal penyelamatan itu diharapkan bisa meminimalisir risiko anak tenggelam dan memaksimalkan kesenangan keluarga dengan menghabiskan waktu di kolam.

    Berikut beberapa tips berenang yang aman bersama anak-anak buat para orang tua, seperti dikutip dari laman Very Well.

    1. Tetap di air bersama anak
    Jangan pernah meninggalkan anak-anak yang masih balita atau sangat kecil bermain sendiri di air, meski di kolam dangkal sekalipun.

    ADVERTISEMENT

    2. Jangan lengah
    Tenggelam bukan hanya bisa terjadi di kolam yang dangkal tapi juga dalam hitungan tak lebih dari dua menit, Karena itu, orang tua dihimbau untuk terus mengawasi anak-anaknya, jangan meleng sebentar pun, bahkan untuk menjawab telepon sekalipun.

    Bila anak-anak sedang berada di dalam air, artinya kita harus selalu siap bereaksi bila ada sesuatu yang tak beres. Jadi, jauhkan ponsel agar kita tak tergoda untuk mengecek email atau sosial media.

    3. Pasang pagar pengaman
    Buat yang memiliki kolam sendiri di rumah, jangan lupa lengkapi dengan pagar pengaman sehingga anak tak bisa memasuki area kolam tanpa didampingi orang dewasa.

    4. Kursus berenang
    Mengajarkan anak berenang bisa membantu menurunkan risiko tenggelam. Bila orang tua tak bisa mengajarkan sendiri, masukkan anak ke kursus berenang. Belajar berenang bisa dimulai ketika anak sudah berusia 6 bulan.

    5. Siapkan jaket pelampung
    Banyak orang tua yang melengkapi anak-anaknya dengan berbagai jenis pelampung saat berenang. Ada yang dipasang di kedua lengan, leher, atau pelampung berbentuk bulat dengan lubang di tengah yang dipasang di pinggang.

    Tapi semua perlengkapan itu tak bisa mencegah anak dari tenggelam, terutama bila berenang di perairan bebas seperti danau atau pantai. Lebih baik bila anak dipakaikan jaket pelampung. Dan bila anak sudah pakai jaket pelampung bukan berarti kita boleh lengah mengawasinya.

    6. Jangan abaikan peraturan
    Di manapun berenangnya, di kolam umum atau pribadi, ada peraturan soal keamanan yang tak boleh dilanggar. Contohnya dilarang berlari di pinggir kolam, melompat-lompat, dan menyelam sendiri di kolam. Jangan biarkan anak melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

    7. Jangan biarkan anak buang air di kolam
    Ajarkan anak untuk memberi tahu orang tua bila ingin pipis atau bila anak belum bisa bicara, tentukan waktu untuk membawanya ke kamar kecil, misalnya setiap setengah jam. Jangan membawa anak yang sedang diare berenang.

    PIPIT

    Artikel parenting lainnya:
    3 Faktor Penyebab Bunuh Diri, Tandanya Bisa Dilacak
    Pasca Cerai, Apa yang Terberat Menurut Angelina Jolie?
    Survei: Kakek dan Nenek Selalu Menjadi Andalan Merawat Cucu


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji