Ancaman Media Sosial, Pasangan Bubar, Cinta pun Berantakan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin pernah menyadari di era serba teknologi tinggi dan pemakaian gawai yang mendunia telah membuat Anda jarang bercakap-cakap secara langsung dengan pasangan. Media sosial telah mengambil alih hidup kita dalam ukuran yang begitu drastis sehingga memicu percakapan dengan yang tidak dikenal dalam beberapa detik melalui teks tetapi tidak punya keberanian untuk mendekati seseorang dan berbicara dengan mereka secara langsung.

    Hal yang sama terjadi dengan hubungan seseorang yang sekarang ini banyak terpengaruh keberadaan media sosial. Tak sedikit kasus perceraian dan perselingkuhan dipengaruhi adanya media sosial.

    Intensitas hubungan komunikasi seseorang juga bisa memudar, karena media sosial pada umumnya mendekatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat. Istilah ini ada benarnya juga.

    Seseorang tidak dapat memahami kekuatan media sosial yang membuat dan menghancurkan hubungan dalam hitungan menit. Ada banyak masalah yang berkaitan dengan hal yang sama.

    Jika Anda berada dalam suatu hubungan, cobalah untuk menjadikannya pribadi untuk meraih sukses. Kita tidak bisa cukup berterima kasih kepada internet dan media sosial, tetapi kita juga tidak dapat mengabaikan fakta-fakta yang telah terjadi paska adanya media sosial yang terus meningkat.

    Agar memiliki kehidupan sosial dan kehidupan pribadi yang tepat, cobalah mempertahankan batasan untuk diri sendiri dan cobalah membatasi kehidupan pribadi di media sosial. Berikut adalah beberapa alasan mengapa hubungan dapat dipengaruhi oleh media sosial.

    Baca juga:
    Bentuk Personal Brand Lewat Media Sosial
    Motif Korban Pelakor Curhat di Media Sosial
    Tingkah Anak di Media Sosial Kian Memprihatinkan, Ini Kata Pakar

    1. Kehilangan realitas
    Biasanya, ketika memakai media sosial, seseorang akan tenggelam sepanjangwaktu sehingga sulit melepaskan kebiasaan itu. Hal ini akan mengurangi intensitas kebersamaan dengan pasangan karena Anda asyik dengan gawai.

    Di media sosial juga muncul permintaan mencantumkan status hubungan. Biasanya, jika Anda tidak mencantumkan, pasangan akan merasa tersinggung dan menimbulkan masalah dalam hubungan.

    Jangan biarkan kehilangan diri di media sosial. Hubungan sangat pribadi dan hanya dinikmati di lingkungan seperti itu. Jangan biarkan media sosial menggambarkan status hubungan.

    2. Membuat Anda dapat diakses
    Media sosial membuat Anda dapat diakses oleh dunia dan memungkinkan mereka yang melihat profil Anda dan menyukainya serta berusaha mendekati. Hal ini membuat seseorang merasa bahwa dia memiliki banyak peluang untuk mendapatkan pasangan selain yang dimilikinya saat ini.

    Jaman dulu, orang memiliki akses yang lebih sedikit ke orang lain, yang membuat mereka puas dengan apa yang mereka miliki. Sementara dengan banyaknya akses bertemu dengan orang lain di dunia maya sekarang ini,  Anda pun ingin mencari seseorang yang lebih baik dari pasangan.

    3. Setiap orang bebas mengomentari
    Media sosial telah memberikan hak istimewa kepada orang-orang untuk menyukai, berbagi, memberi tagar dan mengomentari apa saja dan segalanya. Ini menyebabkan banyak masalah. Seseorang terkadang menyesatkan dan kadang-kadang seseorang menjadi mangsa untuk hal-hal seperti itu.

    Dalam suatu hubungan, ketika mengubah atau memasang foto dengan pasangan, Anda mendapatkan banyak suka dan komentar. Ketika Anda menghapus gambar, orang-orang mulai bertanya dan berkomentar, "Apa yang terjadi, apakah semuanya baik-baik saja, Anda berdua putus, dan sebagainya," dan menambah stres yang tidak diinginkan.

    4. Kecemburuan dan kecemasan
    Banyak penelitian telah dilakukan mengenai hal ini dan hasilnya selalu sama dalam banyak kasus. Orang yang menggunakan media sosial sering lebih rentan terhadap masalah kecemasan. Inilah alasan mengapa orang sering diberitahu untuk tidak menggunakan media sosial untuk hal-hal pribadi.Orang menjadi rentan terhadap kecemburuan dan kecemasan yang bahkan bisa menyebabkan masalah kesehatan.

    5. Kisah kriminal berlandaskan cinta
    Ada banyak kasus di mana hubungan menjadi teror bagi orang-orang tertentu. Kadang-kadang, orang menjadi mangsa kegiatan kriminal. Mereka ditindas, diperas, dan kini kasusnya semakin meningkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.