Kamis, 15 November 2018

Dampak Insomnia Terhadap Kesehatan Obesitas, Diabetes, dan Kanker

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita melihat telepon genggang atau handphone di tempat tidur atau saat ingin tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita melihat telepon genggang atau handphone di tempat tidur atau saat ingin tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gangguan tidur seperti insomnia sangat menyiksa. Gangguan tersebut sudah menjadi hal yang umum terjadi terhadap masyarakat modern yang dipicu oleh gaya hidup yang sibuk, stress, dan perkembangan teknologi.

    Apabila insomnia berkepanjangan, tanpa penanganan khusus tentu akan sangat berbahaya. Konsultan Kesehatan Edward Yong mengatakan insomnia akan memberikan dampak yang serius dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

    Baca juga: Tidur Cantik Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan

    "Ada peningkatan nafsu makan yang dapat menyebabkan obesitas dan diabetes, jantung koroner, hipertensi, gangguan sistem kekebalan tubuh itu untuk jangka pendek dan menengah, untuk jangka panjang bisa menyebabkan kanker," jelas Edward di Jakarta, Senin 12 Maret 2018.

    Ilustrasi wanita tertidur. shutterstock.com

    Lebih lanjut Edward mengatakan terdapat tiga elemen kualitas tidur yang baik yakni durasi, kontinuitas, kedalaman. Secara detail, durasi merupakan panjang tidur harus cukup bagi seseorang untuk beristirahat dan bangun pada keesokan harinya. Kontinuitas, maksudnya waktu tidur tidak berhenti. Serta, kedalaman artinya tidur harus cukup dalam atau lelap sehingga seseorang merasa segar saat terjaga.

    Baca juga: Tidur Sebaiknya dalam Keadaan Gelap, Ini Alasannya

    Untuk meningkatkan kualitas tidur, Amlife International telah memperkenalkan terapi potensial listrik. Terapi tersebut pertama kali ditemukan di Jepang pada awal 1928. Kementerian Kesehatan Jepang pun telah mengakui terapi potensial listrik sebagai peralatan kesehatan tahun 1968.

    Kementerian Kesehatan Jepang mengakui alat tersebut dapat memperbaiki delapan gejala, seperti sakit kepala, insomnia akut, nyeri bahu, sembelit, gangguan pencernaan, tangan atau kaki dingin, nyeri otot, dan kelelahan kronis.

    Baca juga: Cara Menentukan Pola Tidur Malam yang Tepat 

    "Amlife menyematkan teknologi terapi di matras kesehatan yang dapat memberikan terapi kesehatan dan penyembuhan yang tepat saat mereka tidur dan beristirahat," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.