Senin, 10 Desember 2018

Mengenali Gejala Kanker Karsinoma Nasofaring pada Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak hidung tersumbat atau flu. shutterstock.com

    Ilustrasi anak hidung tersumbat atau flu. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Karsinoma Nasofaring merupakan satu dari enam jenis kanker yang paling sering menyerang anak-anak yang cukup sulit dideteksi. Menurut direktur Utama Rumah Sakit Dharmais dr. Abdul Kadir, Karsinoma Nasofaring adalah kanker yang menyerang daerah antara hidung dan tenggorokan.

    "Mengapa mendiagnosis kanker ini cukup sulit? Karena secara anatomis, lokasi nasofaring tersembunyi di belakang tabir langit-langit yang terletak di bawah dasar tengkorak," paparnya, belum lama ini.

    Baca juga: Ketahui 6 Jenis Kanker yang Menyerang Anak dan Gejalanya

    Lebih lanjut Abdul Kadir menjelaskan, nasofaring juga berhubungan dengan banyak daerah penting di dalam tengkorak dan ke pinggir maupun belakang leher. Seringkali tumor ditemukan terlambat karena tidak mudah diperiksa oleh mereka yang bukan ahlinya. 

    Untuk itu, penemuan gejala dini akan sangat berarti karena apabila ditemukan pada stadium dini, maka angka kesembuhan dapat mencapai 100 persen. Sementara pengobatan akan semakin sulit jika ditemukan sudah pada stadium lanjut, yang mana angka kesembuhan stadium IV hanya sekitar 10 persen.

    Baca juga: Waspadai Jenis Kanker Ganas yang Menyerang Jelang Remaja

    Adapun gejala-gejala dini yang perlu diwaspadai pada penyakit ini adalah adanya ingus bercampur darah, pilek dan air ludah yang kental, hidung tersumbat serta mimisan. 
    Kemudian penderita juga mengalami gejala tuli sebelah, telinga berdengung, nyeri telinga dan rasa penuh di telinga.

    "Radioterapi masin menjadi pengobatan utamanya, karena tumor jenis ini bersifat radiosensitif. Tetapi pengobatan tambahan dengan kemoterapi juga dapat memberikan hasil yang lebih baik," ujar Abdul Kadir. Artikel lain: Menangkal Sel Kanker dengan Cabai

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.