Waspadai Jenis Kanker Ganas yang Menyerang Anak Jelang Remaja

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

    Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker tulang merupakan satu dari enam kanker yang sering menyerang pada anak-anak di Indonesia, selain Leukimia, Retinoblastoma, Neuroblastoma, Limfoma Malignum dan Karsinoma Nasofaring.

    Saking berbahayanya, dr. Abdul Kadir, Direktur Utama Rumah Sakit Dharmais bahkan menyebut kanker tulang pada anak adalah sebuah "keganasan" yang timbul di tulang. "Jenis-jenis keganasan pada tulang ini adalah Kondrosarkoma dan Sarcoma Ewing," ungkapnya, belum lama ini.

    Abdul Kadir menjelaskan, Kondrosarkoma adalah keganasan yang berasal dari sel tulang rawan, sedangkan Sarcoma Ewing merupakan jenis yang tumbuh dari tulang dan dapat juga dari jaringan ikat sekitar tulang. Biasanya sering terjadi pada anak menjelang remaja atau di atas 10 tahun. 

    Baca juga: 6 Jenis Kanker yang Menyerang Anak

    Karena sangat berbahaya, Abdul Kadir meminta kepada orang tua atau pihak keluarga yang anaknya memiliki gejala penyakit ini untuk segera membawanya ke dokter atau fasilitas kesehatan lain. Penyakit ini membuat penderitanya merasa nyeri tulang dan lebih terasa pada malam hari atau setelah beraktivitas. Kemudian mengalami pembengkakan, kemerahan dan terasa hangat pada daerah nyeri tulang.

    Selanjutnya, terjadi patah tulang setelah aktivitas rutin, bahkan tanpa trauma, gerakan terbatas pada bagian yang terkena kanker serta nyeri bagian punggung yang menetap. "Gejala lain adalah demam, cepat lelah, berat badan turun dan pucat," tambah Abdul Kadir.

    Baca juga: Ada Riwayat Kanker di Keluarga, Simak Saran Pakar 

    Pada lokasi kanker, dapat ditemukan lingkar pembengkakan pada alat gerak yang terkena lebih besar dibandingkan dengan yang normal. Untuk itu, harus diukur lingkar pembengkakannya pada lokasi yang sama. "Perlu diperhatikan bahwa setiap ada perbedaan lingkar pembengkakan, bila disertai rasa nyeri harus dicurigai osteosarkoma," ujar Abdul Kadir.

    Sementara gejala berikutnya adalah massa atau benjolan teraba lebih hangat disertai peningkatan vaskularisasi di kulit dan kadang dapat diraba pulsasi pada massa tersebut penurunan sudut gerak sendi yang terkena. Begitu juga pembesaran kelenjar getah bening secara lokal serta sesak napas akan ditemukan bila sudah menyebar ke paru.

    Baca juga: Kanker Ovarium Bisa Diwariskan dari Ayah ke Anak Perempuan

    Menurut dr. Abdul Kadir, kanker jenis ini sering ditemukan pada tulang paha (42 persen), tulang kering (19 persen), tulang lengan atas (10 persen, tulang rahang bawah atau kepala (8 persen) dan tulang panggul (8 persen).

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.