Musim Hujan atau Panas, Selalu Hindari Serangan Kurap di Kulit

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuaca Dingin dan Penyakit Kulit

    Cuaca Dingin dan Penyakit Kulit

    TEMPO.CO, Jakarta – Kurap, atau bahasa medis disebut tinea, disebabkan oleh infeksi jamur pada kulit, kuku, dan rambut. Jamur yang paling sering menginfeksi adalah Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes.

    Kurap juga disebut dermatofitosis (ringworm) dan memiliki beragam nama, tergantung anggota tubuh mana yang terinfeksi jamur. Misalnya, tinea corporis untuk kurap badan, tinea capitis untuk kurap kulit kepala, tinea facei untuk kurap wajah, tinea pedis untuk kurap kaki, dan tinea cruris untuk kurap pada paha. Gejalanya ruam kulit berbentuk cincin, sehingga dalam bahasa Inggris disebut ringworm.

    Kurap disebabkan oleh infeksi jamur, sehingga penyakit kulit ini lazim terjadi di musim hujan, tapi juga bisa menjangkiti manusia di musim kemarau. Jamur penyebab kurap memang lazim berada dalam keratin, jaringan yang hidup di kulit, kuku, dan rambut. Jika jamur tersebut tumbuh berlebihan, akan menyebabkan kurap. Penyakit kurap disebarkan melalui tiga cara.

    #Kontak fisik/benda
    #Hewan peliharaan
    #Tanah

    Seperti dilansir WebMD, risiko penyakit kurap bisa meningkat karena faktor lingkungan, seperti tempat tinggal yang kumuh, sistem kekebalan tubuh yang rendah, keringat berlebih, dan penggunaan pakaian yang ketat.

    Gejala kurap
    Sesuai dengan bentuknya, lingkaran luar kurap bersisik, berwarna merah kecokelatan, dan meradang. Rasanya gatal dan perih. Namun di lingkaran dalam tampak seperti kulit normal. Karena itu, lingkaran dalam disebut central healing. Lingkaran kurap semakin lama semakin melebar jika tak segera diobati. Jika kurap sudah parah, kulit akan mengembung dan mengeluarkan nanah.

    Pencegahan kurap
    Untuk mencegah dan mengobati kurap tentunya dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak fisik dengan penderita kurap atau memakai barang bergantian dengan mereka, serta memastikan hewan peliharaan sehat dan higienis. Krim antijamur harus mengandung sejumlah bahan aktif, seperti terbinafine, clotrimazole, econazol, ketoconazol, atau miconazole. Banyak krim antijamur dengan berbagai merek yang dijual di apotek dengan nama bahan aktif tersebut.

    AL-HANAAN

    Artikel lain:
    Kurangi Konsumsi 4 Makanan Ini karena Membuat Kulit Kusam
    Bahaya Scrubbing Wajah dengan Gula, Kulit Tipis
    Produk Perawatan Kulit Butuh Waktu untuk Bekerja, Berapa Lama?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.