Bahaya Scrubbing Wajah dengan Gula, Kulit Tipis

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wajah bermasalah. Shutterstock

    Ilustrasi wajah bermasalah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kulit pada wajah lebih tipis dibandingkan kulit di seluruh tubuh, sehingga layak memperhatikan apa saja yang ditempatkan di atasnya. Beberapa bagian dari wajah, terutama mata dan bibir, lebih sensitif dan rapuh daripada yang lain karena daerah itu adalah kulit yang paling tertipis dan benar-benar membutuhkan produk perawatan dan khusus.

    Kita perlu berhati-hati dengan bahan-bahan yang terkandung dalam produk kecantikan. Ada beberapa yang memperbaiki kulit dengan cepat tapi tidak untuk jangka panjang. Tentu saja ada pengecualian, apa yang benar-benar bekerja untuk satu orang tidak akan selalu bekerja untuk yang lain.

    Alkohol adalah disinfektan antibakteri yang biasanya digunakan untuk menghindari infeksi juga untuk membersihkan rumah. Ketika dipakai pada kulit, akan terasa kesemutan yang menunjukkan bahwa alkohol bekerja. Selain tidak dianjurkan untuk rambut karena akan membuat rambut jadi kering, alkohol pun tidak boleh digunakan untuk kulit.

    Baca juga:
    Produk Perawatan Kulit Butuh Waktu untuk Bekerja, Berapa Lama?
    Punya Kulit Sensitif, Jauhi 4 Produk Berbahan Keras Ini
    6 Efek Buruk Stres Terhadap Kondisi Kulit

    #Alkohol
    Ini salah satu produk yang paling merusak dan mengeringkan jika dipakai pada wajah, karena melarutkan DNA dari kedua bakteri dan sel-sel kulit manusia yang menyebabkan kekeringan dan penumpukan sel kulit mati. Jika membeli pembersih atau toner untuk wajah pastikan tidak mengandung alkohol isopropil. Selain mengelupas kulit, juga akan menyebabkan kelebihan produksi minyak dan pori-pori tersumbat.

    #Gula
    Terlalu banyak mengkonsumsi gula tidak baik untuk kulit dan kesehatan secara keseluruhan. Tapi banyak scrub wajah buatan rumah yang masih mengandung gula. Scrub ini bekerja dengan ajaib untuk mengelupas kulit, tapi ingat kulit wajah lebih tipis dari kulit tubuh sehingga membutuhkan produk yang lebih halus. Tekstur butiran gula terlalu kasar yang bisa memecahkan jaringan epidermis pada wajah dan ketajamannya bisa merusak usia kulit lebih dini. Anda masih bisa menggunakan scrub dari gula untuk tubuh atau mengganti gula dengan garam.

    #Petroleum Jelly
    Petroleum jelly sangat digemari terutama untuk bibir. Bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban kulit kering dan rapuh, melindungi luka, gigitan serangga dan luka lainnya dari udara. Tapi tidak memperbaiki untuk jangka panjang. Tentu saja, kulit terasa lembut setelah itu, tapi jeli tidak hanya melembabkan, tapi juga menyegel kotoran dan puing-puing, yang dapat menyebabkan kekeringan dari waktu ke waktu karena terus keluar udara tambahan dan kelembaban.

    #Air hangat
    Pikirkan dua kali sebelum menggunakan air hangat pada wajah. Air hangat melembutkan minyak alami dari epidermis dan menghancurkan penghalang yang mencegah kelembaban pergi dari kulit. Hal ini akan menyebabkan kekeringan dan ketidakseimbangan. Jika Anda memiliki kulit berminyak atau berjerawat, menggunakan air panas bukan ide yang baik.

    #Lemon
    Buah ini memiliki pH 2, yang berarti sangat asam. Seperti diketahui, mengisap lemon dapat menghancurkan enamel gigi sehingga ketika menerapkan lemon murni langsung ke kulit, akan mengiritasi dan mengganggu lapisan asam. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan lemon pada kulit, berhati-hatilah karena minyak dalam buah jeruk juga bersifak fototoksik. Ini berarti bahwa paparan sinar matahari setelah mengoleskan lemon ke kulit dapat memperburuk iritasi yang dihasilkan, sebanding dengan luka bakar kimia. Ada banyak produk lain yang tidak harus digunakan pada wajah, termasuk baking soda, pasta gigi, hidrogen peroksida, hairspray, dan losion tubuh. Produk-produk ini terlalu kuat untuk kulit di bagian tubuh dan tidak dirancang untuk wajah. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.