Senin, 20 Agustus 2018

Terlalu Sibuk Bukan Jaminan Karier Meningkat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita karier atau bekerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita karier atau bekerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu-satunya cara untuk menjalani kehidupan yang bermakna adalah berhenti melakukan pekerjaan sibuk, di masa serba cepat ini. Perkembangan dunia saat ini membuat kita terus-menerus dalam keadaan sibuk, dan ini memakan waktu.

    Menurut Grosicki dalam Medium, Anda tidak bisa melakukan semuanya dan merespons semuanya atau semua orang. Pilihlah prioritas, apa yang Anda lakukan sehari-hari dengan hati-hati. Prioritas membuat Anda berfokus pada tugas yang paling penting, dan menyisihkan waktu untuk pekerjaan yang tidak penting belakangan.

    Semua yang dilakukan tanpa tujuan sebenarnya adalah buang-buang waktu berharga Anda. Pekerjaan yang sibuk membuat Anda merasa seperti sedang bergerak cepat dan menjadi produktif, padahal sebenarnya tidak. Jika Anda meluangkan waktu untuk mengukur pekerjaan, bisa jadi akan terkejut melihat betapa sedikit pekerjaan berharga yang dilakukan.

    Baca juga:
    Pentingnya Menyeimbangkan Karier dan Kehidupan Pribadi
    Pencahayaan di Ruang Kerja dan Pengaruhnya pada Produktivitas
    2 Aspek Perempuan Pekerja Disebut Menarik, Mana yang Penting?

    "Ketika sedang sibuk, Anda cenderung membuat pilihan manajemen waktu yang buruk - mengambil komitmen yang tidak dapat ditangani, atau memprioritaskan tugas-tugas yang remeh dari yang penting. Sebuah lingkaran setan muncul, perasaan akan kesibukanmu membuatmu semakin sibuk dari sebelumnya," ujar penulis Oliver Burkeman.

    Pekerjaan yang sesungguhnya membuat Anda memilki tujuan, sedangkan pekerjaan yang sibuk justru membuat Anda menghindari pekerjaan sesungguhnya. Lagipula, orang sibuk belum tentu efektif atau efisien. Misalnya ketika berurusan dengan email, janganlah terjebak dalam mode reaktif.

    Membalas email dengan cepat hanya akan membuat Anda sibuk, tapi belum tentu produktif (Depositphotos)

    "Sebagian besar dari kita tidak memiliki masalah dengan kesibukan, tapi kita sering sibuk dalam hal yang salah," kata Angie Morgan, rekan penulis Spark: Bagaimana Menuntun Diri Anda dan Orang Lain untuk Kesuksesan yang Lebih Besar. "Anda bisa menghabiskan sembilan sampai lima hanya mengirim email, tapi itu tidak membuat Anda meraih tujuan yang lebih lama dan lebih besar. Ketika orang mengatakan, 'Saya sangat sibuk,' itu benar-benar berarti, 'Saya adalah perencana yang buruk', atau 'Saya tidak tahu bagaimana memprioritaskan atau mendelegasikan.'

    Hal yang paling penting dibutuhkan di era ini adalah kemampuan untuk mengembangkan pengelolaan tugas dan waktu dengan baik. Untuk itu, hal yang paling penting adalah kembangkan atau ketahuilah mana fokus yang paling besar dalam karier Anda. Berkomitmen untuk hanya melakukan pekerjaan yang sangat penting membutuhkan disiplin yang luar biasa. Ingat, waktumu terbatas jika digunakan untuk melakukan segalanya.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.